Minimal 46 Persen Penduduk Bojonegoro Harus Ikuti CKG Tahun 2026
Selasa, 28 April 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya nyata mendeteksi dini berbagai risiko penyakit. Ajakan tersebut ditekankan dalam program siaran SAPA! Bojonegoro di Malowopati FM bertajuk "Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali" yang berlangsung pada Jumat (24/04/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, memaparkan bahwa program ini sangat strategis untuk menekan biaya pengobatan di masa depan melalui pencegahan sejak awal. Selain pemeriksaan fisik, CKG mencakup skrining pola hidup, aktivitas fisik, hingga perilaku merokok untuk memetakan risiko kesehatan warga secara komprehensif.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya secara menyeluruh, Dinas Kesehatan mematok target minimal 46 persen penduduk Bojonegoro mengikuti pemeriksaan pada tahun 2026. Target ini meningkat setelah capaian tahun 2025 yang sukses menjangkau 40,3 persen atau sekitar 53.500 jiwa, sebuah prestasi yang menempatkan Bojonegoro di posisi kedua terbaik se-Jawa Timur.
"Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan CKG secara menyeluruh mulai dari bayi baru lahir hingga lansia," jelas Ninik Susmiati.
Ia juga menambahkan bahwa setiap puskesmas diinstruksikan untuk melakukan skrining minimal terhadap 55 persen penduduk di wilayah kerja masing-masing guna mendukung peningkatan kualitas SDM serta percepatan penanganan stunting dan TBC.
Teknis pelayanan CKG dijelaskan lebih mendalam oleh Kepala Puskesmas Kedungadem, dr. Aulia Mustika Devi. Layanan ini diberikan secara spesifik berdasarkan kelompok usia. Bagi bayi baru lahir, fokus utama adalah skrining penyakit bawaan seperti kelainan jantung dan hormon. Sementara bagi balita, prioritas diberikan pada deteksi stunting dan potensi obesitas.
"Pada balita dan anak-anak dilakukan pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi stunting serta skrining potensi TBC, obesitas, dan gula darah," terang dr. Aulia.
Pemeriksaan bagi kelompok remaja dan dewasa pun tidak kalah mendetail. Remaja difokuskan pada pengecekan hemoglobin untuk mencegah anemia, sedangkan orang dewasa mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga skrining kanker serviks melalui metode IVA dan HPV DNA. Calon pengantin perempuan juga disediakan paket pemeriksaan kesehatan reproduksi untuk memastikan kesiapan fisik sebelum berkeluarga.
Untuk memaksimalkan jangkauan, pelayanan CKG dilakukan melalui metode aktif dan pasif. Petugas puskesmas tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan, tetapi juga secara proaktif turun ke lapangan untuk menjangkau warga di wilayah pelosok. Melalui gerakan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya kontrol kesehatan rutin diharapkan semakin meningkat demi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik di Bojonegoro.(red/toh)






































