Rusa di Penangkaran KPH Parengan Terus Bertambah
Selasa, 19 Januari 2016 10:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Malo - Tidak sulit menemukan penangkaran rusa milik KPH Perhutani Parengan yang ada di Kecamatan Malo. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kecamatan Malo. Dari Polsek Malo ke arah barat sekitar dua kilometer sudah sampai. Sekilas di lokasi tersebut tampak tidak menarik untuk dikunjungi karena lokasi itu memang bukan tempat wisata melainkan kantor Asper Perhutani Parengan yang sebagian wilayahnya digunakan untuk penangkaran rusa.
Di dalam penangkaran, rusa–rusa itu terlihat sedang asyik makan rumput. Sebagian di antaranya berlari-larian. Ketika didekati, rusa-rusa tersebut ada yang menjauh, namun ada juga yang diam saja.
“Rusa ini sudah ada sejak pertengahan 2014 lalu,” ujar petugas penangkaran rusa, Mastrab, pada BBC sapaan beritabojonegoro.com, Selasa (19/01).
Rusa yang ada di penangkaran tersebut berjumlah 17 ekor. Rusa tersebut tidak dicampur dalam satu penangkaran melainkan dipisah antara rusa betina dan jantan. Jika tidak dipisah akan membuat rusa bertarung.
Pertarungan tersebut sering kali membuat salah satu rusa mati. Sebab, jika sudah bertarung rusa tidak akan berhenti jika belum ada yang mati. “Jadi kami pisah antara betina dan jantan,” tuturnya.
Mastrab menjelaskan, pertarungan tersebut bukan disebabkan antara rusa betina melawan rusa jantan melainkan pertarungan rusa jantan dengan jantan untuk memperebutkan rusa betina. Pertarungan tersebut terjadi pada musim kawin. Pada musim kawin para pejantan berebut betina. “Jadi pertarungan antara rusa jantan tidak bisa dihindari. Bahkan, beberapa bagian pagar kandang sering rusak,” terangnya.
Musim kawin rusa terjadi mulai November hingga Januari. Agar tetap berkembang biak, rusa tersebut harus dikawinkan. Cara mengawinkannya adalah dengan memasukkan satu rusak jantan ke kandang rusa betina. Hal itu dilakukan secara bergantian. Jika tidak dilakukan dengan cara demikian, rusa tidak akan berkembang biak. Kalau dicampur bisa membuat banyak rusa mati.
Sejak 2014 hingga kini sudah ada tujuh rusa yang lahir di penangkaran tersebut. Rinciannya 3 ekor pada 2014 dan 4 ekor pada 2015 lalu. Awalnya hanya 11 ekor, tambah 7 ekor. “Karena ada yang mati satu, jadi totalnya ada 17 ekor,” jelasnya.
Perawatan rusa tidak sulit dan sama seperti memelihara kambing atau sapi. Cukup diberi makan rumput dan cukup minum air. Namun, memelihara rusa harus hati-hati. Sebab, rusa adalah hewan yang sensitif. Sehingga, jika kaget bisa menyebabkan rusa tersebut mati. Misalnya, kaget karena mendengar suara petasan. “Rusa juga tidak boleh stres. Kalau stres pasti mati,’’ tuturnya.
Petugas Perhutani PKH Parengan Bagian Kelola Lingkungan, Darmuka, menjelaskan, tujuan penangkaran rusa adalah untuk melestarikan hewan tersebut. Sebab, rusa adalah hewan langka yang saat ini jarang ditemui di hutan. “Kami ingin populasi rusa semakin banyak. Sehingga hewan ini tidak punah,’’ tuturnya. (mol/kik)












































.md.jpg)






