Ratusan Santri Madrasah Diniyah Bojonegoro Ikuti Porsadin Ke-7 di Ponpes Al-Aly Kalitidu
Minggu, 12 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Ratusan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Kabupaten Bojonegoro turut berkompetisi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah atau Porsadin ke-7. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (12/07/2026), bertempat di kompleks Pondok Pesantren Al-Aly, Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Porsadin sendiri merupakan ajang pertemuan berkala bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Selain sebagai wadah untuk berlomba dan mengukir prestasi, ajang ini juga menjadi sarana silaturahmi yang efektif dalam suasana penuh semangat. Di dalam perhelatan ini, para santri tidak hanya bertanding dalam cabang olahraga seperti lari, bulu tangkis, dan catur, melainkan juga unjuk bakat di bidang seni keagamaan yang meliputi Musabaqah Tilawatil Quran, tahfidz, kaligrafi, hingga pidato menggunakan bahasa Arab dan bahasa Indonesia.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya unsur Kepolisian RI dan TNI, Camat Kalitidu, Kepala Desa Mayangrejo, serta Kepala Bidang Madrasah dan Diniyah.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kabupaten Bojonegoro, Muhibuddin Asrori, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak Pondok Pesantren Al-Aly. Ia mengungkapkan bahwa Ponpes Al-Aly kembali mencatat sejarah dengan menjadi tuan rumah Porsadin. Muhibuddin juga membeberkan bahwa selama DPC FKDT menyelenggarakan Porsadin, seluruh anggaran kegiatan ditanggung secara murni oleh pihak DPC.
"Selama ini Porsadin diselenggarakan DPC belum pernah mendapat sumbangan dana dari pihak manapun. FKDT memegang teguh semboyan kompak dan mandiri. Seluruh peserta yang ikut berkompetisi sama sekali tidak dipungut biaya. Bahkan apabila nantinya ada santri yang berhasil meraih juara di tingkat Provinsi Jawa Timur, pihak DPC dipastikan akan memberikan apresiasi atau penghargaan khusus," kata Muhib.
Sementara itu, Camat Kalitidu, Djuana Purwiyanto, yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa ajang hari ini merupakan sarana untuk mencetak generasi dan orang-orang berprestasi. Menurutnya, dalam sebuah perlombaan pasti ada pihak yang kalah dan ada yang keluar sebagai juara. Mereka yang tampil sebagai pemenang merupakan sosok terbaik di antara yang terbaik.
Namun demikian, Djuwana menekankan bahwa hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana para peserta yang belum beruntung mampu mengakui kekalahannya dengan berjiwa besar dan legawa.
"Di samping membangun prestasi, pembentukan perilaku dan akhlak jauh lebih utama. Mari bersama menjunjung tinggi sportivitas tanpa adanya praktik titip-menitip nilai ataupun kecurangan," kata Djuana.
Djuana menegaskan bahwa kegiatan ini juga sangat efektif untuk melatih mental sekaligus menjadi momen penting dalam membina karakter para santri.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto






































