Panen Padi 3 Desa di Kecamatan Kanor
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Harga Gabah Capai Rp 5 Ribu
Selasa, 19 Januari 2016 21:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kanor-Harga gabah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai Rp4500 perkilogram. Tentu saja itu menjadi kegembiraan tersendiri bagi para petani, terkhusus para petani di Desa Gedungarum, Temu, Kedungprimpen, hari ini, Selasa (19/01). Ketiga desa tersebut turut Kecamatan Kanor.
Kepala UPT Dinas Pertanian wilayah Kanor Djumadi ST mengatakan bahwa harga gabah kali adalah puncak dan tertinggi sepanjang sejarah di musim hujan kali ini.
“Ini dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hujan turun tidak sebegitu lebat sehingga panen dalam kondisi bagus,” kata Djumadi.
Hal itu, lanjut Djumadi, berpengaruh pada kualitas gabah. Sehingga gabah bisa dapat harga tinggi. “Harga gabah mencapai Rp4.800-5.000 perkilogramnya,” jelasnya.
Ketiga desa yang panen itu, luas lahan sawahnya mencapai 1.164 hektar lebih. “Produktivitas panen hari ini mencapai 10 ton setiap hektarnya. Jumlah gabah yang dihasuilkan sampai 11.640 ton,” terang Djumadi.
Djumadi melanjutkan ada 5 varietas gabah yang ditanam di wilayahnya (Kanor), yakni ciherang, impari 30, impari 33, sertani dan shogun. “Dari kelima itu nanti akan dipilih mana yang produktivitasnya paling tinggi,” terangnya.
Salah satu petani di Desa Gedungarum, Robadi, yang sedang memanen, memberikan keterangan bahwa dirinya gembira dengan hasil panen kali ini. Harga gabah yang tinggi tentu menjadi berkah bagi dirinya dan para petani lainnya.
“Keberhasilan panen ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain tanam serempak yang dilakukan oleh petani. Dengan tanam serempak ini maka sebaran hama yang menyerang tanaman padi dapat dinimimalisir,” terang Robadi. (lyn/moha)












































.md.jpg)






