Budidaya Rumput Laut
Dibuka Kesempatan Kerja dengan Gaji Rp 6 Juta Per Bulan
Jumat, 22 Januari 2016 14:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Ada tawaran pekerjaan dengan gaji Rp 6 juta per bulan bagi pemuda Bojonegoro. Besaran gaji itu belum termasuk uang makan, asuransi kesehatan dan perumahan. Hanya saja pekerjaan ini diperuntukkan bagi mereka yang tidak takut air. Sebab, pekerjaan ini tidak bisa lepas dari air, khususnya air laut yang berasa asin. Jika berminat segera hubungi PT Prisma.
Hal ini diungkapkan Fahmi, selaku wakil manajemen PT Prisma, dalam acara paparan rutin Hari Jumat di rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Jalan Mas Tumapel, Jumat (22/01) pagi tadi.
Dalam forum yang dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Drs Suyoto MSi itu, Fahmi menjelaskan, saat ini pihak PT Prisma sedang mencari sedikitnya 300 orang dari Jawa Timur, terutama Kabupaten Bojonegoro, untuk diajak bekerja di Kabupaten Maluku Tenggara, tepatnya di Pulau Key. "Nantinya, mereka akan dipekerjakan di sektor budidaya rumput laut di Pulau Key," katanya.
Fahmi menuturkan, rumput laut dari Pulau Key, Maluku Tenggara, sudah diakui dunia sebagai rumput laut berkualitas terbaik. Melihat prospek cerah ini, PT Prisma mengajak warga Bojonegoro, khususnya pemuda, untuk bersedia bergabung menjadi petani rumput laut.
"Untuk tahap awal dibutuhkan sekitar 300 pekerja yang akan mendapat gaji bersih sebesar Rp 6 juta. Selain itu juga memperoleh beberapa fasilitas, di antaranya perumahan, makanan, dan asuransi kesehatan. Tak ada persyaratan khusus, yang terpenting adalah tidak takut air," tutur Fahmi.
Dia menambahkan, pihaknya belakangan ini tengah menggagas sebuah program kemandirian antara Pemkab Maluku Tenggara dan Provinsi Jawa Timur, yang bergerak di sektor usaha rakyat, yakni budidaya rumput laut. "Provinsi Jawa Timur menyediakan tenaga kerja, sedangkan Pemkab Maluku Tenggara menyediakan lahannya," ujarnya.
Menurut Fahmi, dibanding bekerja sebagai TKI, bekerja di Maluku Tenggara lebih menjanjikan. Gaji lebih tinggi dibandingkan menjadi TKI. Gaji bersih mencapai Rp 6 juta, ditambah uang komunikasi sebesar Rp 250 ribu per bulan, serta transportasi juga ditanggung perusahaan untuk pulang dan pergi. Belum lagi kebutuhan makan, masing-masing pekerja akan mendapat jatah Rp 3 juta setiap bulannya.
Masih kata Fahmi, pada tahap awal ini pihaknya akan membentuk 50 kelompok sebagai pilot project, dengan perbandingan 2 pekerja lokal Maluku Tenggara dan 6 pekerja dari Jawa Timur. Sehingga ke depan akan menyasar kurang lebih 10.000 sampai 20.000 pekerja di bidang budidaya rumput laut. "Program ini akan dimulai pada Maret tahun 2016 ini," tandasnya.
Menanggapi tawaran kesempatan kerja bagi warganya itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menyampaikan, memang lautan di Maluku Tenggara termasuk sektor yang menjanjikan. Dan, rumput laut tergolong salah satu komoditas yang relatif stagnan harganya di pasar internasional.
Namun, Bupati berharap agar pemkab sebelumnya menunjuk tim untuk memastikan kondisi riil di lapangan, yakni Pulau Key, Maluku Tenggara. "Tim ini harus memastikan kondisi di lapangan, sekaligus melihat prospektif pekerjaan yang ditawarkan. Sehingga warga Bojonegoro akan mendapatkn jaminan kepastian," tegasnya. (ver/tap)












































.md.jpg)






