Pameran Perguruan Tinggi di Bojonegoro
Peserta Keluhkan Sempitnya Lokasi Pameran dan Tata Letak Stan
Sabtu, 23 Januari 2016 15:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Pameran Pendidikan Perguruan Tinggi yang digelar Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se-Kabupaten Bojonegoro di Gedung Islamic Center, Sabtu (23/01), menuai sejumlah keluhan. Kebanyakan peserta perguruan tinggi yang membuka stan merasa lokasi pameran terlalu sempit. Akibatnya tidak muat menampung peserta dan berjubelnya pengunjung. Sehingga pesan yang disampaikan menjadi kurang efektif.
(baca juga: Guru BK se-Bojonegoro Gelar Pameran Perguruan Tinggi)
Hal itu seperti diungkapkan Heri, dosen STKIP Al Hikmah Surabaya, salah satu peserta pameran pendidikan perguruan tinggi tersebut. "Masih ada beberapa kendala yang perlu dibenahi panitia. Di antaranya terkait penataan lokasi stan yang harus diperhatikan, karena banyaknya peserta," ungkapnya saat ditemui beritabojonegoro.com di stan sekolahnya.
Tahun ini adalah kali kedua STKIP Al hikmah mengikuti pameran perguruan tinggi di Bojonegoro. Secara umum, imbuh Heri, acara semacam ini sangat bagus untuk menjembatani siswa dengan pihak perguruan tinggi.
"Jumlah peserta tahun ini lebih banyak daripada tahun lalu, terlepas dari beberapa masalah yang muncul, seperti listrik yang tadi sempat bermasalah, tapi bisa cepat diatasi," katanya.
Hal senada diungkapkan Sri Mulyani, dosen Akademi Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro. Dia mengeluhkan lokasi pameran yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. "Sarana belum berubah setiap tahun, lokasinya di sini terus. Harusnya ada perbaikan, karena jumlah peserta juga terus bertambah," ungkapnya.
Dia menjelaskan, setiap tahun, sejak 2011, AKES Rajekwesi Bojonegoro selalu mengikuti pameran pendidikan yang diadakan MGBK tersebut. Hanya saja, seperti tahun-tahun lalu, dalam pemilihan letak stan tidak ada kejelasan.
"Kalau menurut kami, di sini ada stan yang strategis dan kurang strategis. Harusnya ada kejelasan bagaimana sistem penataannya, agar lebih fair," imbuh Sri Mulyani.
Selain itu, dia mengungkapkan, untuk ikut serta dalam pameran pendidikan perguruan tinggi ini pihak kampus diharuskan membayar Rp 1,5 juta kepada panitia. "Seperti tahun kemarin juga Rp 1,5 juta, tahun ini juga sama. Tapi untuk stan, kami menilai terlalu sempit dibanding kapasitas peserta dan pengunjung," tandasnya. (pin/tap)











































.md.jpg)






