RSUD Sosodoro Mulai Pindah ke Jalan Veteran Bulan Juli
Selasa, 23 Februari 2016 19:00 WIBOleh Nasruli Chusna
Oleh Nasruli Chusna
Kota - Kondisi overload RSUD Sosodoro Jatikusumo di Jalan Dokter Wahidin sudah sering terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Kalau terjadi overload, dengan terpaksa banyak pasien yang dirawat di tempat seadanya, misalnya di lorong atau lobi Instalasi Gawat Darurat (IGD). Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membangun gedung RSUD baru di Jl Veteran yang pembangunannya sudah dimulai sejak 2005 lalu saat bupati Bojonegoro masih HM. Santoso. Namun hingga kini rumah sakit bertipe B dan dirancang berkelas internasional itu belum difungsikan.
Informasi yang diperoleh beritabojonegoro.com (BBC) dari Humas RSUD Sosodoro, Thomas Djaja, RSUD Sosodoro Jatikusumo Veteran akan mulai diaktifkan pada bulan Juli. Menurutnya ada banyak tahapan yang harus dilakukan, agar para pasien bisa dirawat di veteran. Sebab itu dia meminta dukungan dari banyak pihak agar prosesnya berjalan lancar. Beberapa tahap yang harus dilakukan, kata dia, adalah pengurusan macam-macam izin demi menunjang beroperasinya rumah sakit tersebut.
“Harapannya memang bulan Mei sudah pindah ke veteran secara bertahap. Namun kalau mempertimbangkan sisi teknis, baru bulan Juli kita bisa mulai pindah ke sana,” ujar Thomas menjelaskan.
Adapun izin-izin yang harus diurus, lanjut Thomas, antara lain izin amdal, izin insenator (pembakaran sampah) dan izin jalan. Dia menambahkan bahwa izin tersebut dapat diurus jika alat-alat kelengkapan rumah sakit sudah terpasang terlebih dulu. Sedangkan izin-izin tersebut proses pengurusannya kira-kira membutuhkan waktu satu tahun. Bahkan, hemat Thomas, waktu satu tahun untuk pengurusan izin operasional rumah sakit belumlah cukup.
Sementara menurut salah satu penunggu pasien, Munasih (60), perpindahan RSUD Sosodoro ke Jl Veteran harus segera dilakukan. Agar para pasien mendapatkan tempat yang lebih layak. Menurut perempuan dari Desa Setiaji, Kecamatan Sukosewu, itu kondisi pasien yang tidak mendapat tempat perawatan semestinya harus segera ditangani. Sehingga para pasien dapat ditangani secara baik, terutama pasien dari kalangan tidak mampu.
“Iya kurang nyaman. Ini saya nungguin menantu saya, Suyanti. Dia sakit tenggorokan sampai nggak bisa ngomong. Kalo bisa ngomong pasti juga mengeluh,” terang Munasih lirih. (rul/moha)


































.md.jpg)






