Kang Yoto Berbagi Cerita Pengalaman Mengatasi Banjir Bengawan Solo
Kamis, 25 Februari 2016 10:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Bupati Bojonegoro Suyoto pagi ini, Kamis (25/02) berbagi cerita dan pengalaman menangani dan mengatasi banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Jakarta. Kang Yoto, sapaan Suyoto, memaparkan bagaimana masyarakat Bojonegoro menghadapi banjir dan menanggulanginya di hadapan bupati dan wali kota seluruh Indonesia di forum yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut.
Kang Yoto memberikan pemaparan selama kurang lebih 20 menit mulai pukul 09.50 WIB hingga pukul 10.10 WIB. Ia menyampaikan bahwa wilayah Bojonegoro yang berada di daerah hilir Sungai Bengawan Solo mau tidak mau mendapatkan kiriman banjir dari daerah hulu sungai. Namun, kata dia, masyarakat Bojonegoro sudah terbiasa dengan banjir dan bahkan sudah menggauli banjir tersebut.
“Kalau dulu kita berusaha melawan banjir, namun sekarang kita berkawan dengan banjir. Bahkan, setiap musim hujan kami memasang spanduk selamat datang banjir,” ujar Kang Yoto.
Namun di sisi lain, upaya untuk menanggulangi banjir tetap maksimal dilakukan di antaranya dengan menyiagakan personil tanggap siaga banjir, menyediakan tempat pengungsian, tenda pengungsian, perahu evakuasi, dapur umum, serta sembako yang diperlukan oleh para pengungsi.
Banjir luapan Bengawan Solo sering melanda 140 desa yang tersebar di 16 kecamatan di Bojonegoro mulai dari ujung barat yaitu Margomulyo, Ngraho, Padangan, Kasiman, Malo, Purwosari, Gayam, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kanor, Sumberejo, Kapas, hingga Baureno. Banjir menggenangi areal persawahan, jalan desa, fasilitas umum seperti musala dan gedung sekolah, serta permukiman warga. (ver/kik)


































.md.jpg)






