Kuota Elpiji Bersubsidi Tahun Ini Disamakan dengan Tahun Lalu
Minggu, 28 Februari 2016 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memastikan tidak akan menambah kuota elpiji bersubdisi untuk tahun ini, karena diprediksi penggunaannya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu (2015). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Yudhistira Nugraha.
Kata Yudhistira, tahun lalu kuota elpiji 3 kilogram untuk Bojonegoro adalah 8,4 juta tabung. Hingga akhir Desember 2015 lalu, kuota tersebut tidak habis terserap semuanya, malah masih sisa sekitar 500 ribu tabung. Oleh sebab itu, tahun ini kuota elpiji bersubsidi disamakan dengan tahun lalu. ‘’Saya kira masih mencukupi. Jadi, tidak perlu ada penambahan,’’ jelas dia kepada beritabojonegoro.com (BBC), kemarin, Sabtu (27/02).
Lanjut Yudhistira, masih banyaknya sisa elpiji tahun lalu disebabkan banyaknya warga yang beralih menggunakan elipiji non subsidi. Hal tersebut membuat penjualan elpiji melon agak melambat dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2014 lalu, kuota elpiji Bojonegoro adalah 7,1 juta tabung. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan selama setahun. Sehingga, harus dilakukan penambahan kuota. Khawatir mengalami kekurangan lagi, pada 2015 kuota elpiji diusulkan 8,4 juta. Namun, jumlah itu malah berlebih. ‘’Sehingga, tahun ini kami tetap samakan dengan kuota tahun lalu,’’ tutur dia.
Hingga kini, lanjutnya, harga eceran tertinggi (HET) elpiji bersubsidi adalah Rp 16 ribu per tabung. Harga tersebut berlaku di pangkalan. Sedangkan yang di luar pangkalan Disperindag tidak bertanggung jawab. Sebab, himbauan Pertamina pembelian elpiji bersubsidi adalah di pangkalan. ‘’Pembelian harusnya memang di pangkalan,’’ pungkas dia. (mol/moha)































.md.jpg)






