Operasi Simpatik Semeru 2016
Operasi Simpatik Dimulai dengan Gelar Pasukan
Selasa, 01 Maret 2016 13:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Selasa (01/03) pagi tadi, Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Semeru 2016 dilaksanakan di halaman Markas Komando Kepolisian Resor Bojonegoro. Apel tersebut sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan Operasi Simpatik serentak seluruh Indonesia.
Sejak pukul 07.30 WIB, halaman Mapolres Bojonegoro, dipenuhi kurang lebih 250 personel gabungan dari Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan. Seluruhnya merupakan personel Satuan Tugas (Satgas) Operasi Simpatik Semeru 2016 yang dilaksanakan pada 1-21 Maret 2016. Pasukan itu kemudian dibagi menjadi 5 Satgas operasi.
Operasi Simpatik digelar sebagai langkah optimalisasi penerapan kawasan tertib lalu lintas. Hal ini merupakan evaluasi Kapolri tentang minimnya manfaat yang diterima masyarakat karena lemahnya sentuhan pemangku kepentingan yang membidangi. Demikian amanat Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti, yang disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser SIK MHum dalam apel gelar pasukan Operasi Simpatik.
"Kawasan tertib lalu lintas sebagai wujud disiplin dan penetapan kawasan koridor jalan tertentu yang ditetapkan sesuai kebutuhan, guna mewujudkan kamseltibcar lantas," kata AKBP Hendri Fiuser membacakan amanat Kapolri.
Lebih jauh, Kapolres Hendri Fiuser menjelaskan, Operasi Simpatik Semeru 2016 ini merupakan operasi cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Khususnya di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas.
"Tujuannya mengoptimalkan penerapan kawasan tertib lalu lintas di kawasan yang sudah ditetapkan. Dengan harapan mampu menurunkan angka pelanggaran lalu lintas dan angka kecelakaan di Bojonegoro," terang Kapolres.
Operasi Simpatik ini, lanjut Hendri, sifatnya hanya sebagai bentuk teguran atas pelanggaran dan tidak tertibnya para pengguna jalan. Pelanggaran rambu-rambu dan tidak lengkapnya perlengkapan dalam berkendara, saat operasi simpatik, masih akan dimaklumi.
"Karena ini sifatnya juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas. Baru setelah Operasi Simpatik ini selesai digelar, akan ada operasi penindakan kepada pengguna jalan yang masih melanggar," imbuhnya.
Selain menyampaikan amanat Kapolri di hadapan para personel satgas Polri, Pol PP dan Dinas Perhubungan, Kapolres Hendri Fiuser juga menyematkan pita operasi kepada lima orang perwakilan dari masing-masing Satgas. (lyn/tap)































.md.jpg)






