BBM Hasil Produksi TPA Banjarsari Dinilai Belum Ekonomis
Jumat, 11 Maret 2016 12:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Trucuk - Hasil pengolahan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Banjarsari dinilai masih belum ekonomis.
Setiap hari, TPA Banjarsari melakukan pengolahan limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin dan solar. Namun secara ekonomis, hasil yang didapat berupa BBM cair, belum bisa melebihi cost produksi yang harus dikeluarkan. Hitungan itu jika proses pembakaran menggunakan bahan bakar gas. Oleh karena itu, BBM yang didapat hanya digunakan untuk keperluan pengolahan sampah kembali.
Teknisi pengolahan sampah TPA Banjarsari, Said menerangkan, dalam sehari 2 alat pengolah sampah plastik yang dimiliki oleh TPA Banjarsari digunakan untuk membakar 20 Kg sampah plastik untuk menghasilkam 10 liter BBM.
''Untuk tenaga kerja sendiri hanya satu orang. Satu mesin dalam proses pembakaran bisa sampai 6 jam untuk menghasilkan BBM,'' terangnya kepada beritabojonegoro.com (BBC), Jumat (11/03).
Menurut Said, tidak semua sampah plastik diolah dan dijadikan BBM, melainkan hanya sampah plastik yang dinilai sudah hancur dan tidak berbentuk. Sementara sampah plastik botol yang masih bagus bisa dihancurkan dengan mesin pencacah untuk menghasilkan biji plastik untuk selanjutnya dijual.
''Kalau yang masih bagus, kita olah di yang lain, karena bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,'' ujar Said.
Untuk bahan bakar pembakaran sampah plastik, TPA Banjarsari menggunakan gas metan yang dihasilkan melalui proses pengolahan sampah organik. Oleh sebab itu, biaya produksi bisa dikatakan gratis.
"Di gratis. Tapi kalau di masyarakat, tidak bisa demikian. Biaya untuk pembelian gas bisa membengkak,'' pungkasnya.(ping/moha)































.md.jpg)






