Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona)
Tahun Ini, BPN Bojonegoro Targetkan 3000 Sertifikat Prona
Rabu, 20 April 2016 15:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro menargetkan 3000 sertifikat Prona untuk 9 desa pada 2016 ini. Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria) ditujukan bagi segenap lapisan masyarakat ekonomi lemah untuk menyelesaikan tanah yang belum terdaftar dan bersertifikat.
9 desa itu antara lain desa Sumur Agung (Sumberejo), desa Temayang Kecamatan Temayang, desa Katur (Bubulan), Semberagung (Dander), Beji (Kedewan), Bakulan (Temayang), Ngunut (Dander), Kanten (Trucuk), an Ngringirejo (Kalitidu).
Kepala BPN Bojonegoro Ganang Anindito memberikan keterangan kepada beritabojonegoro.com (BBC), prona ini merupakan salah satu wujud upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan ekonomi lemah. Dengan pengolahan penyelenggaraan Prona, masyarakat tidak dibebani biaya apapun, di luar perlengkapan syarat pengajuan. Artinya, program Prona ini gratis namun persyaratan kelengkapan seperti pajak, akta dan notaris yang harus dibuat pemohon sendiri.
“Prona ini saat ini paling banyak untuk tanah pertanian dan pemukiman masyarakat, yang di bawah 2 Ha. Melebihi itu dikenakan tarif normal.
Ganang melanjutkan saat ini proses sudah 70 persen dan targetnya bulan Juni selesai. “Belum tercapainya Prona ini karena kendala di lapangan, yakni masyarakat masih banyak kekurangan persyaratan,” jelasnya. (mol/moha)































.md.jpg)






