Korban Kekerasan Seksual Bisa Alami Trauma Berat
Sabtu, 23 April 2016 13:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Seringnya terjadi kasus kekerasan seksual di Bojonegoro membuat geram banyak pihak. Lebih-lebih kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang kepada anak kandungnya sendiri di Kalitidu beberapa waktu lalu. Kekerasan seksual perlu ditanggapi serius karena, selain perbuatan itu melanggar hukum dan susila, lebih jauh akan menyisakan trauma berat pada korban. Menyikapi kejadian ini Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A) menyadari bahwa kewaspadaan semua pihak terhadap kejadian ini perlu ditingkatkan.
Humas P3A Bojonegoro Jony Hariyanto mengatakan kepada beritabojonegoro.com (BBC), kasus kekerasan seksual yang seringkai terjadi ini menuntut labih ekstra kesadaran dari orangtua dalam mengawasi pergaulan anaknya. "Kami telah melakukan sosialisasi gerakan anti kekerasan ke beberapa wilayah di Bojonegoro, namun belum dirasa efektif untuk melenyapkan kekerasan seksual pada perempuan dan anak,"ungkap Jony Nur Hariyanto melalui sambungan seluler.
Jony melanjutkan, kekerasan seksual tidak hanya dilakukan oleh orang luar, tetapi justru lebih sering terjadi oleh keluarga dekat. Oleh karena itu, hubungan anak dan orangtua tetap harus terjaga. Sehingga ketika sudah timbul gejala adanya kekerasan, bisa langsung diketahui oleh orang tua.
Divisi advokasi P3A Bojonegoro Ummu Hanik juga mewanti-wanti kepada remaja untuk hati-hati dalam mengakses informasi. "Saat ini kecanggihan teknologi membuat remaja mampu mengakses segala informasi, di antaranya pornografi. Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi generasi muda," tandasnya.
Selain itu, Ummu mengingatkan agar remaja membatasi kontak fisik. Hal ini diperlukan agar hubungan remaja jangan sampai berlanjut pada intercourse atau hubungan suami istri.
Dampak kekerasan seksual pada korban sangat memilukan. "Korban kekerasan seksual seringkali mengalami trauma berat dan dikhawatirkan akan di masa mendatang dia akan melakukan balas dendam kepada orang lain. Karena korban harus selalu didampingi dan berada di lingkungan yang aman untuk dia,"pungkasnya. (ver/moha)
Ilustrasi foto. Sumber : breaktime.com































.md.jpg)






