Masih Banyak Perlintasan KA Tak Berpalang
Minggu, 24 April 2016 08:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Perlintasan kereta api (KA) di Bojonegoro yang tidak berpalang pintu hingga kini masih cukup banyak. Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro mencatat hingga kini masih ada 108 perlintasan KA tanpa palang pintu.
Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro Suhartono memberikan keterangan kepada beritabojonegoro.com (BBC), jumlah itu bisa jadi bertambah. ‘’Itu jumlah yang tercatat di kami. Mungkin jumlahnya bisa lebih dari itu,’’ kata Suhartono, kemarin, Sabtu (23/04).
Bertambahnya perlintasan tersebut kerap tidak terdeteksi. Sebab, masyarakat membuat perlintasan sesuai kebutuhan. ‘’Bahkan, jaraknya kadang berdekatan,’’ jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, Dishub juga tidak bisa melarang masyarakat untuk membuka perlintasan baru. Sebab, perlintasan tersebut berukuran kecil. ‘’Kadang hanya muuat untuk sepeda motor saja,’’ tuturnya.
Suhartono menjelaskan, mulai Baureno hingga Padangan ada 127 perlintasan KA. Dari jumlah itu, yang berpalang pintu hanya 19 unit. Sisanya sebanyak 108 unit hingga kini masih belum berpalang.19 unit palang pintu tersebut 12 unit milik PT KAI. Sedangkan 7 unit milik Pemkab yang baru dioperasionalkan akhir tahun lalu. ‘’Sementara jumlah palang pintu KA hanya itu. Hingga kini belum ada penambahan lagi,’’ jelasnya.
Tahun lalu, lanjutnya, Kementerian Perhubungan berencana membangun dua palang pintu KA di Bojonegoro. Yaitu di Desa Kalianyar, Kapas dan di Kecamatan Balen. Namun, hingga kini rencana tersebut masih belum ada tindak lanjutnya.
Masih kata Suhartono, pihaknya menyayangkan ketidakjelasan pembangunan dua palang pintu tersebut. Sebab, dua perlintasan tersebut sangat diperlukan masyarakat. ‘’Sebab, dua perlintasan tersebut sangat ramai,’’ jelasnya.
Ketidakjelasan pembangunan palang pintu tersebut tidak hanya terjadi di Bojonegoro saja. Namun, di sejumlah daerah juga mengaalami hal yang sama. Sebab, Kemenhub berencana membangun belasan palang pintu di sejumlah daerah. ‘’Rencananya Lamongan juga akan dibangun. Namun, saat ini juga tidak ada kejelasan,’’ tuturnya.
Suhartono menjelaskan, Kementerian Perhubungan kedepannya tidak akan lagi membangun perlintasan. Namun, membangun jalan layang atau underpass. ‘’Rencana awalnya demikian. Tidak tahu itu nanti direalisasikan kapan,’’ pungkasnya. (mol/moha)































.md.jpg)






