Ditinggal Ibunya Takziah, Lelaki Depresi Gantung Diri
Selasa, 03 Mei 2016 20:00 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kanor - Kesedihan mendalam dialami oleh Kasiyani (54), seorang ibu asal Desa Piyak Kecamatan Kanor. Pamitnya pergi sebentar meninggalkan sang anak untuk takziah di rumah tetangga. Namun sepulangnya ke rumah, dia menemukan sang anak sudah tak bernyawa. Bambang Waluto (31), anak Kasiyani, memilih meninggalkan sang ibu untuk selama-lamanya dengan cara gantung diri, Selasa (03/05) siang tadi di belandar rumah bagian dapur.
Peristiwa ini terjadi sekira pukul 14.00 WIB siang tadi, saat Bambang Waluto sendirian di rumah. Pasalnya, sang ibu, Kasiyani, pamit untuk takziyah ke rumah tetangga. Kasiyani tidak menduga sama sekali, anaknya tersebut akan nekad mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Kanor AKP Imam Khanafi, korban memang sudah mengalami depresi selama tiga tahun sejak sang ayah meninggal. "Keterangan dari pihak keluarga menjelaskan bahwa korban sudah tiga tahun depresi, sejak ayahnya meninggal, sehingga diduga korban meninggal gantung diri karena depresi itu," terangnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kanor, menyatakan bahwa hasil pemeriksanaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. "Tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan atau hal mencurigakan pada jasad korban," ujar dr Fera dari Puskesmas Kanor.
Masih keterangan AKP Imam Khanafi, korban menerima dengan ikhlas kepergian sang anak. Jasad korban langsung diserahkan oleh Kepolisian kepada pihak keluarga. Selanjutnya jenazah dikebumikan di makam desa setempat, pukul 16.30 WIB, sore tadi. (lyn/moha)































.md.jpg)






