Bupati Suyoto Bicara dalam Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Patriot Energi di Jakarta
Perihal Bergerak Bersama Rakyat Membangun Daerah
Selasa, 03 Mei 2016 22:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota-Kang Yoto hadir dalam acara pembukaan pendidikan dan pelatihan Patriot Energi angkatan 2, hari ini, Selasa 03 Mei 2016, di Hall Kementerian ESDM, Jl Medan Merdeka Selatan 18. Acara itu dibuka oleh Menteri ESDM,
Pada sesi pembukaan itu, Kang Yoto berkesempatan bicara dan menguraikan tentang tema Bergerak Bersama Rakyat Membangun Daerah. Kang Yoto mengungkapkan tentang apa strategi Bojonegoro untuk keberlangsungan energi negeri ini.
“Yang pertama menggunakan prinsip efisiensi. Misalnya efisiensi listrik dan air di lingkungan pemkab, membuat program pengelolahan sampah plastik menjadi solar di TPA yang digunakan untuk bahan bakar mesin pencacah sampah, penyaluran gas metan ke 10 KK di sekitar TPA sebagai pengganti kayu bakar dan elpiji. Yang kedua adalah prinsip pengalihan pompanisasi pertanian dari bbm ke listrik di 11 titik, membuat program PLTS solar home system dilaksanakan di dusun daerah hutan sebanyak 345 unit, pembuatan biogas sebanyak 80 unit. Prinsip yang ketiga dengan cara menabung, program Pemkab Bojonegoro 1000 embung, penghijauan melalui gerakan sodokah pohon, program budidaya kemiri sunan dari th. 2014 s/d 2018 yang bertujuan menghasilkan CKO sebanyak 233.000 barel,” kata Kang Yoto di depan audiens.
Disela acara tersebut kang yoto juga mengungkapkan bahwa potensi migas yang ada di Bojonegoro seperti halnya dua sisi mata uang. Maksudnya, yang pertama DBH migas yang cukup besar sebagai sumber pendapatan untuk membiayai pembangunan, ekspektasi masyarakat bahwa migas akan membawa dampak kesejateraan, terciptanya lapangan kerja yang besar terutama dengan berkembang industri turunan migas, kedua kerusakan lingkungan dan infrastruktur akan menimbulkan bencana, kehilangan lahan produktif serta berpotensi menciptakan orang kaya dan calon orang miskin baru, apa yang dilakukan oleh pemkab bojonegoro agar potensi ini tidak muncul, yang dilakukan adalah migas harus di kelola dengan perencanaan yang bijak, akuntabel dan transparan.
Untuk apa dana bagi hasil migas Bojonegoro? Kang yoto mengungkapkan bahwa dana bagi hasil migas hanya digunakan untuk: meningkatkan kapasitas daerah, meningkatkan kapasitas fiskal dan meningkatkan kualitas SDM. Pembangunan yang dijalankan harus memahami inti masalah, mempertegas mimpi, menerima realitas dan mengoptimalkan potensi, serta dibutuhkan transformasi dari ego system to eco system. “Dulunya pengamat, komentator, penonton, sekarang yang kita lakukan adalah niat untuk terlibat aktif dalam ikut serta membangun Indonesia yang idenya berasal dari Bojonegoro,” kata Kang Yoto mantap. (her/moha)
Diolah dari siaran pers Humas Pemkab Bojonegoro, Selasa (03/05)































.md.jpg)






