Kang Yoto : Tidak Mudah Ambil Kebijakan Bangun Jembatan Padangan - Kasiman
Kamis, 12 Mei 2016 11:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kasiman - Jembatan Padangan - Kasiman baru saja diresmikan oleh Bupati Bojonegoro Drs H Suyoto Msi bersama ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Rabu (11/05) kemarin. Kang Yoto sapaan akrab Suyoto menyampaikan awalnya tidak mudah bagi pemerintah kabupaten untuk memutuskan membangun jembatan Padangan - Kasiman terlebih dahulu dibandingkan rencana pembangunan jembatan lainnya.
Pembangunan jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan lebar 7 meter itu dimulai pada tahun 2013 lalu, dan menghabiskan dana sekitar Rp60 miliar. Setelah rampung sekitar akhir Desember tahun 2015 lalu, masyarakat sekitar baik dari kecamatan Kasiman maupun Padangan sudah memanfaatkan jembatan tersebut untuk menyeberang Sungai Bengawan solo meski Bupati Bojonegoro baru meresmikan jembatan tersebut pada awal Mei tahun 2016 ini.
Usai meresmikan jembatan Padangan - Kasiman bersama Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kang yoto menyampaikan banyak hal mengenai pembangunan jembatan tersebut kepada warga Desa Batokan Kecamatan Kasiman.
''Senang ataukah sueneng puoll?. Jumlah penduduk terbesar di Bojonegoro ada di timur Kabupaten untuk itu tidak mudah membuat keputusan politik, membangun Jembatan antara Padangan- Kasiman, Trucuk-kota, atau Kanor-Tuban,'' ujar Bupati di depan ratusan warga Batokan.
Banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika akhirnya pemkab memutuskan membangun jembatan Padangan Kasiman terlebih dahulu. Bupati juga menyampaikan karena Kanor merupakan daerah kelahiranya maka warga kanor harus mengalah, sehingga diputuskan Padangan Kasiman diprioritaskan.
''Setelah ini warga Kasiman akan terangkat ekonominya dari dampak pembangunan jembatan ini,'' lanjut Kang yoto.
Menurutnya jembatan ini dibangun tak hanya dari unsur pemerintah kabupaten saja namun ada pula partisipasi oleh masyarakat yakni keluarga bapak Mansur yang menghibahkan tanah seluas 380 meter persegi untuk pembangunan jembatan. Kang yoto sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh salah satu warga Kasiman tersebut, hingga pada kesempatan itu Bupati juga memberikan penghargaan kepada Mansur.
'' Ternyata tidak boleh hidup memikirkan diri sendiri atau kelompoknya, harus pula memikirkan kepentingan orang banyak seperti yang dilakukan oleh bapak Mansur. ini adalah moral pancasila dan kebangsaan,'' tutur Bupati.
Kang Yoto menambahkan ada beberapa penyakit atau setan dalam diri masyarakat Bojonegoro yang harus dihilangkan diantaranya bertipikal rentan konflik, tidak mau berjuang, tidak bertanggung jawab,rasan rasan adalah dianggap kebenaran.
''Itu adalah lima setan dan setan yang paling berbahaya adalah setan keenam yaitu mental peminta, maka kita harus menghilangkan itu semua,'' ungkapnya. (ping/kik)
foto Kang Yoto dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat meresmikan jembatan Padangan-Kasiman































.md.jpg)






