Di Tuban Sosialisasi Anti PKI Dilakukan Hingga di Desa-Desa
Sabtu, 14 Mei 2016 18:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Tuban - Sosialisasi gerakan anti Partai Komunis Indonesia (PKI) di Tuban dilakukan hingga di desa-desa dalam sepekan ini. Sasarannya, agar aparat di pemerintah desa tanggap akan bahaya laten kiri.
Di Kecamatan Parengan misalnya digelar rapat koordinasi antar-aparat desa dan kecamatan, dua hari lalu. Materinya berjudul Penanggulangan Bahaya Laten Komunisme G-30SPKI. Rapat dihadiri pejabat musyawarah kecamatan, para kiai, kepala desa dan juga para guru.
Menurut Camat Parengan Didik Purwanto, rapat koordinasi sengaja digelar di daerahnya dengan beberapa alasan. Pertama, bahwa di Kabupaten Tuban ada dua kecamatan yaitu Parengan dan Semanding adalah basis gerakan PKI. Di daerah ini, juga terdapat dua kuburan massal berada di kampung Sukoharjo.”Ya, tentu kita waspadai gerakan ini tidak berkembang lagi,” ujarnya.
Dari hasil rapat diusulkan, agar Bupati Tuban menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Pelajaran diusulkan dari Kecamatan Parengan untuk diteruskan ke Kabupaten Tuban. “Kita berharap pelajaran itu masuk di kurikulum lagi,” imbuhnya.
Pihak Kantor Kecamatan Parengan juga menginstrksikan ke seluruh kepala desa untuk mewaspadai munculnya simbol-simbol komunis. Seperti gambar palu arit yang dipasang di pelbagai tempat. Seperti di pakaian berupa kaus, rumah penduduk, juga bendera. Karena, jika ditemukan gambar asesoris partai terlarang, pihak Kecamatan Parengan, dan dibantu polisi dan TNI, akan menindak tegas pemiliknya.
Sementara itu Humas Pemkab Tuban Teguh Setyo Budi mengatakan, secara formal tidak ada instruksi dari pemerintah pusat, terkait sosialisasi bahaya laten komunisme. Kegiatan yang berada di Kecamatan Parengan, lebih bersifat inisiatif dan itu positif. “Pemerintah Tuban mendukung,” tegasnya.
Dia mengatakan di Kabupaten Tuban, sudah tanggap dan menolak gerakan yang melawan pemerintah. Apalagi, kabupaten ini jumlah pondok pesantrennya cukup banyak. Dari 20 kecamatan di kabupaten ini, ada dua hingga lima pondok pesantren yang tentu saja, sangat bereaktif jika ada gerakan makar.” Tentu kita mendukung kegiatan di Kecamatan Parengan,” imbuhnya. (her/kik)
foto salah satu ikon kota tuban































.md.jpg)






