Kang Yoto : Dialog Interaktif akan Terus Dilanjutkan
Selasa, 17 Mei 2016 10:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota – Kabupaten Bojonegoro baru saja mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang mampu menerapkan open government partnership (OGP) subnational government program atau percontohan pemerintah daerah terbuka. Bojonegoro yang dulu dikenal miskin dan gersang kini dinilai sejajar dengan beberapa kota besar di dunia seperti Paris dan Madrid.
Salah satu keberhasilan Bojonegoro dalam menerapkan pemerintahan yang terbuka itu yakni dengan menggelar dialog interaktif setiap hari Jumat. Dialog interaktif itu merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, gagasan, masukan kritik, saran, dan pertanyaan terkait pelayanan pemerintah, infrastruktur, kebijakan, dan lainnya. Dialog interaktif itu juga merupakan modal bagi Pemkab Bojonegoro untuk menyerap aspirasi masyarakat dan sekaligus pijakan untuk mengambil keputusan.
Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, atau yang biasa disapa Kang Yoto, dialog interaktif itu akan terus dilanjutkan hingga berakhir masa kepemimpinannya pada 2018 nanti. Ia berharap penggantinya kelak bisa melanjutkan dialog interaktif tersebut.
“Dialog interaktif setiap Jumat ini merupakan esensi demokrasi. Di sana ada proses dialog, saling mengisi antara masyarakat dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Kang Yoto mengungkapkan, pada masa awal dibuka dialog interaktif itu banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk menyampaikan unek-unek dan bahkan marah-marah. Masyarakat kecewa dengan kondisi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pelayanan publik dan lainnya. Pada fase selanjutnya, kata dia, ajang dialog interaktif digunakan sebagai ajang debat antara masyarakat dengan pemerintah dan juga antar masyarakat sendiri.
“Nah sekarang dialog interaktif lebih berkualitas, lebih bermakna. Dialog interaktif digunakan sebagai ajang untuk memberi masukan, gagasan, dan pendapat untuk mendorong dan mengawal pembangunan berkelanjutan di Bojonegoro,” terang bupati asal PAN tersebut.
Selain itu, dialog interaktif juga kini dipakai sebagai ajang mempromosikan karya masyarakat Bojonegoro sekaligus ajang saling mengapresiasi karya. Tidak jarang pula dialog interaktif digunakan sebagai ajang untuk memantik kepedulian dan membuat gerakan yang positif. (her/kik)































.md.jpg)






