Bangun Jalan Cor Beton, Pemkab Anggarkan Rp 1 Triliun
Selasa, 24 Mei 2016 11:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Kota – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyediakan anggaran Rp1 triliun untuk membangun jalan cor beton penghubung antar kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Saat ini sejumlah jalan penghubung kecamatan itu telah dibangun cor beton.
Menurut Bupati Bojonegoro, Suyoto, atau biasa disapa Kang Yoto, pembangunan jalan memakai cor beton itu dipilih lantaran kondisi tanah di Bojonegoro merupakan tanah gerak. Jalan kecamatan banyak yang diaspal tetapi mudah bergelombang dan rusak karena tekstur tanahnya yang gerak.
“Jalan aspal yang rusak itu dibongkar lalu dibangun jalan cor beton. Memang biayanya agak mahal tetapi cor beton ini lebih kuat mengatasi kondisi tanah yang gerak,” ujar Kang Yoto.
Menurutnya, setelah dilakukan ujicoba jalan cor beton itu dinilai lebih kuat menahan kondisi tanah gerak yang ada di wilayah Bojonegoro. Namun, jalan cor beton itu hanya digunakan untuk jalan poros kecamatan. Sedangkan, untuk jalan poros desa dan lingkungan tetap memakai paving seperti yang sudah berjalan selama ini.
“Jalan cor beton ini menahan agar tanah tidak gerak. Sedangkan, jalan paving mengikuti kondisi tanah yang gerak,” ujarnya.
Menurut Kang Yoto, jalan cor beton telah dibangun di sejumlah kecamatan yakni di Gayam, Kalitidu, Kanor, Sumberejo, Sekar, dan Gondang. Jalan cor beton ini menggunakan konstruksi baja dan beton dengan ketebalan 25 sentimeter.
Pembangunan jalan di Bojonegoro, kata Kang Yoto, menjadi salah satu prioritas. Namun, kata dia, pembangunan jalan itu sebelumnya tidak bisa dikerjakan lantaran terbatasnya anggaran yang dimiliki. “Saat ini anggarannya sudah ada untuk membangun jalan poros kecamatan itu,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui kemampuan APBD Bojonegoro tahun 2016 sekitar Rp3,6 triliun. Porsi penerimaan paling besar yakni berasal dari dana bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) sebesar Rp1,2 triliun. Dana bagi hasil minyak dan gas bumi itu berasal dari pengeboran minyak mentah lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, pengeboran sumur Sukowati, sumur tua Wonocolo, dan sumur Tiung Biru. Kemampuan APBD Bojonegoro ini berada di urutan kedua di Jatim setelah Pemkot Surabaya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra, pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Bojonegoro terus dilakukan. Untuk pembangunan jembatan di sejumlah kecamatan di Bojonegoro misalnya dianggarkan Rp70 miliar.
“Tahun ini juga dianggarkan Rp80 miliar untuk pembangunan jembatan Trucuk dan jembatan Kanor yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.
Andi Tjandra mengatakan, infrastruktur seperti jalan dan jembatan ini yang paling banyak diadukan oleh masyarakat melalui dialog interaktif maupun layanan aduan Lapor. Sehingga, kata dia, pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas.
“Dibangunnya jalan dan jembatan penghubung kecamatan dan desa diharapkan dapat menggerakkan perekonomian di desa. Seperti halnya pembangunan jembatan Padangan-Kasiman yang menggerakkan sentra industri kerajinan kayu di Kasiman,” ujarnya. (her/kik)































.md.jpg)






