Catatan Investment Day 2016
Laju Pertumbuhan Ekonomi Cepat, Tepat untuk Sasaran Investasi
Sabtu, 28 Mei 2016 20:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membentuk pola kemitraan yang saling mendukung dalam menarik minat investasi ke daerah dan menjadikan pola kemitraan ini sebagai proyek percontohan yang akan diterapkan di daerah-daerah lainnya. Dalam pola kemitraan ini, salah satu bank pemerintah akan memberikan kemudahan dalam penyaluran kredit investasi yang dibutuhkan dan dipadu dengan kemudahan pengurusan izin investasi serta kelengkapan infrastruktur yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pola kemitraan tersebut dirangkai dalam acara Bojonegoro Investment Day 2016 yang digelar hari ini, Sabtu (28/05) di pendopo Kabupaten Bojonegoro. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Bojonegoro Suyoto beserta jajaran SKPD, 33 investor dan Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta.
Segenap tamu undangan mendengarkan paparan dari Bupati Bojonegoro tentang potensi-potensi investasi yang terbuka di kabupaten Bojonegoro. Bupati juga menjelaskan pemerintah siap mendukung terhadap setiap investasi. “Pemerintah Bojonegoro memiliki kapasitas dalam membangun kelengkapan pendukung investasi terutama infrastruktur serta berkeinginan kuat untuk memberikan kemudahan dalam perijinan,” kata Suyoto memulai paparan.
Bojonegoro Investment Day 2016 merupakan acara yang diselenggarakan untuk menciptakan sinergi antara investor dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan konsep acara meliputi seminar, gala dinner, dan site visit. Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang tepat untuk menjadi tujuan investasi karena merupakan daerah yang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi di tahun 2015 (13,37%), melampaui kecepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan bahkan Nasional yang berada pada level 5,44% dan 4,79%. Di mana daya beli pun terpelihara dengan laju inflasi yang ditekan di level 2,91%.
Bupati Suyoto menegaskan, Bojonegoro tidak hanya memiliki potensi daerah yang sangat bernilai, melainkan juga memiliki iklim yang kondusif bagi investor dengan sumber daya manusia yang kompetitif (jumlah penduduk usia produktif, upah minimum kabupaten yang menarik, dan pelatihan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten). Pemerintah Kabupaten juga mendukung dengan tata kelola kebijakan pemerintah daerah yang mendukung investasi antara lain insentif padat karya, dan dibentuknya tim penjemput investasi. Bojonegoro juga memastikan bahwa infrastruktur pendukung usaha tersedia secara prima.
“Keunggulan kompetitif yang kami miliki di Bojonegoro antara lain adanya Tim Penjemput Investasi yang akan mengurus seluruh perijinan investasi. Kami juga memberikan insentif bagi industri padat karya berupa penghapusan dan pengurangan pajak. Di sisi sumber daya manusia, ada sekitar 12.000 orang yang kami latih atas biaya pemerintah daerah dan ada 1,1 juta jiwa yang berusia produktif. Di bidang infrastruktur, kami siap membangun infrastruktur yang dibutuhkan,” ujarnya.
Penyaluran kredit di daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan dukungan maksimal dari pemerintah daerah setempat merupakan salah satu tolok ukur tingkat kesehatan bisnis perbankan, seperti yang dilakukan oleh dalah satu bank nasional di Bojonegoro pada debitur-debiturnya di Bojonegoro. Melalui Bojonegoro Investment Day 2016 ini, Pemerintah bermaksud menunjukkan bahwa potensi bisnis masih terbuka bagi pelaku bisnis lainnya dan korporasi siap memberikan dukungan.
Berbagai potensi yang menjanjikan di Bojonegoro antara lain terdapat lahan produktif seluas 78.000 hektar dengan populasi sapi lebih dari 160.000 ekor, cadangan minyak mencapai 650 juta barrel dan cadangan gas sebesar 6 trillion cubic feet. Bojonegoro juga menjaga komposisi kawasan hutan sekitar 44% dari total wilayahnya. Lingkungan dijaga agar tetap dapat mendukung kualitas hidup penduduknya dimana di dalamnya masih tersedia kandungan air lebih dari 700 juta meter kubik. (pin/moha)































.md.jpg)






