Harmonisasi 4 Pilar Kebangsaan
Pemkab Harapkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembangunan
Kamis, 04 Agustus 2016 15:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat turut serta dalam pembangunan. Peran serta masyarakat ini sangat diharapkan, terutama dalam peran pengawasan dan komunikasi.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Bojonegoro Drs H Setyo Hartono saat membuka acara harmonisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Kamis (04/08) pagi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Cahyo Suryanto dari Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (PUSDAKOTA) dan diikuti SKPD, camat, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan organisasi lain yang ada di Bojonegoro.
"Dialog Jumat adalah milik semua warga, jadi siapa saja boleh datang. Apakah mau menyampaikan usul, saran, masukan, semua bebas. Tak hanya dialog, Pemkab juga membuka jalur SMS pula," tuturnya.
Wabup berharap, seluruh masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan masukan kepada pemerintah. "Semua mempunyai hak yang sama, jadi manfaatkan kesempatan ini baik masalah kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur," ujar Setyo Hartono.
Sekuat dan sebagus apa pun program pemerintah, imbuh Wabup, jika jajaran dibawahnya tak mendukung maka mustahil berjalan. Sinergi, kritis, dan konstruktif diperkenankan, namun harus dicarikan solusi bersama atas permasalahan yang terjadi.
"Cara terbaik dan jitu harus dikawal dan dikontrol dengan tepat, demi kelangsungan anak cucu kita dimasa mendatang. Jangan sampai kejayaan migas ini akan meninggalkan cerita kelam bagi generasi Bojonegoro," pesannya.
Dalam paparannya, Cahyo Suryanto dari PUSDAKOTA, menyampaikan bahwa titik ungkit hubungan harmonis di Bojonegoro adalah pembangunan berkelanjutan melalui 6 pilar pembangunan, yakni ekonomi, lingkungan hidup, pembentukan modal sosial, peningkatan kapasitas fiskal, pengelolaan pemerintah yang bersih dan sehat, serta kepemimpinan yang transformatif.
"Apalagi didukung modalitas yang penting, yakni dana abadi migas, kabupaten ramah HAM, dan beberapa unsur lainnya," ujarnya.
Dia menambahkan, Bojonegoro saat ini memiliki hal yang sangat menarik dimana para generasi mudanya adalah orang-orang yang aktif. Buktinya, dari hasil survei yang melibatkan 375 responden, 29,6 persen responden diantaranya menyatakan pernah memberikan masukan pada Pemkab Bojonegoro.
"Demikian juga dari sisi pertimbangan dalam memilih pemimpin Bojonegoro 2018, hasil survei menunjukkan 28,9 persen memilih atas dasar kemampuan dan keahlian. Lalu berikutnya, 18,2 persen responden mempertimbangkan pada faktor kepribadian, 7,6 persen memilih dari rekam jejak, 2,3 persen faktor usia, 1,3 persen melihat partai pengusung, dan 1,1 persen atas dasar imbalan uang atau materi," tutur Cahyo. (ver/tap)
*) Foto Wabup memberi sambutan Acara Harmonisasi Bakesbangpolinmas































.md.jpg)






