PLN Jamin Ketersediaan Pasokan Listrik di Bojonegoro Aman
Senin, 08 Agustus 2016 17:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro Kota - Perusahaan Listrik Negera (PLN) distribusi Jawa Timur Area Bojonegoro menegaskan ketersediaan pasokan listrik di Kabupaten Bojonegoro dalam situasi aman. Sebab, PLN mempunyai cadangan daya cukup tinggi, dari sisi interkoneksi pembangkit di sistem Jatim masih terdapat daya cadangan sebesar 2.599 Megawatt (MW). Selain itu kapasitas pembangkit dan IBT di sekitar Kabupaten Bojonegoro mencapai 1.070 MW.
Demikian disampaikan Manajer PLN Area Bojonegoro Didik Wicaksono melalui suratnya nomor 805/MUM/AREA-BGR/2016 tertanggal 27 Juli 2016, yang diterima Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dalam surat itu juga disebutkan bahwa beban puncak konsumsi listrik di Kabupaten Bojonegoro saat ini mencapai kurang lebih 80 MW dan dapat disuplai dari Gardu Induk (GI) Bojonegoro, GI Babat, dan GI Kabupaten Ngawi.
"Sementara kapasitas dan kesiapan yang masih tersedia dari Gardu Induk tersebut dalam menyuplai kebutuhan listrik di Kabupaten Bojonegoro masih sangat besar, mencapai 118 MW," ucap Kepala Bagian Humas dan Protokol Heru Sugiharto SE MM membacakan surat Manajer PLN Area Bojonegoro, Senin (08/08/2016).
.
Selain itu dijelaskan, apa saja yang harus disiapkan bagi mereka yang akan melakukan investasi di Bojonegoro. Pertama adalah kepastian lahan untuk lokasi pabrik, menyediakan tanah dan bangunan penempatan Gardu PLN dengan ukuran 5x7 meter persegi untuk sambungan TM (Tegangan Menengah).
"Kalau sambungan Tegangan Tinggi (TT), investor harus menyediakan tanah matang untuk GI PLN dengan ukuran 120x150 meter persegi. Harus disiapkan pula, SLO instalasi milik pelanggan, membayar biaya penyambungan, dan membayar jaminan langganan," imbuhnya.
Lalu berapa lama waktu untuk teknis penyambungan, dijelaskan rinci dalam surat manajer PLN Area Bojonegoro itu. Pertama, waktu sambungan maksimal 5 hari jika penyambungan hanya butuh konstruksi sambungan rumah (service drop) sekitar 35 meter dari tiang listrik dengan daya tersambung sampai 200 kiloVolt Ampere (kVa).
Kedua, maksimal 15 hari untuk konstruksi sambungan rumah dan penarikan jaringan tegangan rendah sampai dengan 5 gawang dengan daya tersambung sampai 200 kVa. Ketiga, maksimal 22 hari apabila penyambungan hanya membutuhkan konstruksi trafo distribusi dan penarikan jaringan tegangan rendah sampai dengan 5 gawang dengan daya tersambung sampai 200 kVa.
Berikutnya, 100 hari apabila penyambungan memerlukan konstruksi jaringan tegangan menengah 20 kV, dengan daya tersambung 200 kVa atau lebih besar. Apabila penyambungan memerlukan konstruksi jaringan tegangan tinggi 70 kV atau 150 kV dengan daya tersambung 30 MVA atau lebih besar membutuhkan waktu kurang lebih 500 hari. (her/tap)































.md.jpg)






