News Ticker
  • Pemerintah Perkuat Perlindungan Buruh Lewat Paket Regulasi Baru
  • Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Melimpah, Siap Sokong Daerah Lain
  • Avanza Terperosok ke Sawah di Kapas Bojonegoro, Diduga Sopir Kurang Konsentrasi
  • Semangat Hidup Sehat dan Kelestarian Alam Warnai Spekta Bumi Fun Run 2026 di Pilanggede
  • Prakiraan Cuaca 03 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 03 Mei dalam Sejarah
  • Tersengat Listrik, Seorang Pekerja Peternakan Ayam di Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal Dunia
  • Kemnaker Terbitkan Aturan Baru Outsourcing, Hanya 6 Bidang Pekerjaan yang Diizinkan
  • Khofifah Tegaskan Jatim Pertahankan Posisi Barometer Pendidikan Nasional
  • Perubahan Urine Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal, Ini Kata Dokter
  • Prakiraan Cuaca 02 Mei 2026 Bojonegoro
  • 02 Mei dalam Sejarah
  • Pemprov Jatim Siapkan Perda Pesangon Buruh, Dorong Akses Transportasi dan Perumahan
  • Rintis Klinik Tani, Adnan Buyung Nasution Raih Juara 1 Pemuda Pelopor Bojonegoro 2026
  • Sering Mendadak Lupa Mau Melakukan Apa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
  • Bupati Medhayoh di Kecamatan Malo, Serap Aspirasi Warga Meski Kondisi Hujan
  • Dilepas Bupati, 1.741 Calon Haji Bojonegoro Mulai Perjalanan ke Tanah Suci
  • Prakiraan Cuaca 01 Mei 2026 di Bojonegoro
  • 01 Mei dalam Sejarah
  • PPDI Bojonegoro Gelar Halal Bihalal dan Muskerda, Dorong Perlindungan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan bagi Perangkat Desa
  • SIG Pabrik Tuban Dukung Ketahanan Pangan Lewat Penguatan Infrastruktur Pertanian
  • Pemkab Bojonegoro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Selama Dua Hari Pemberangkatan Haji
  • Lima UMKM Persit Brawijaya Siap Ramaikan Ajang Nasional Persit Bisa 2 di Jakarta
  • 1.746 CJH Bojonegoro Mulai Diberangkatkan Bertahap Menuju Asrama Haji Surabaya
Semua Orang Sama di Mata Tuhan

Catatan Singkat Film Di Timur Matahari (2012)

Semua Orang Sama di Mata Tuhan

 

Oleh Vera Astanti

Satu lagi film nasionalisme yang wajib Anda tonton. Sebuah film yang mengisahkan Papua, Di Timur Matahari. Film ini dibuat tahun 2012. Diproduseri  dan disutradari oleh Ari Sihasale. Dibintangi oleh Larua Basuki (Vina), Lukman Sardi (Pendeta Yakob), Ririn Ekawati (Bu dokter), Ringgo Agus (Ucok), dan Simson Sikoway (Mazmur), film ini telah berhasil meraih penghargaan Indonesia Movie Awards (IMA) tahun 2013.

Film ini bersetting tanah papua, pulau terbesar se Indonesia dan letaknya di ujung timur. Tanah papua yang katanya paling terbelakang dalam segi pembangunan. Dan juga sangat tertinggal dari segi sumber daya manusia. Konflik ini sangat pelik, terutama mengenai hukum adat, kemanusian, perdamaian dan nasionalisme.

Tokoh utamanya adalah seorang putra Papua bernama Mazmur. Dikisahkan, setiap pagi Mazmur datang ke atas bukit. Di sana dua menunggu kedatangan seorang guru untuk mengajar di satu-satunya sekolah yang ada di wilayah tersebut. Dia bersama teman-temannya menikmati kehidupan sekolah dengan bernyanyi  lagu kebangsaan karena tidak ada guru. 

Jangan membayangkan mereka mengenakan tas punggung, sepatu hitam mengkilat, dan wajah-wajah yang selalu sibuk menatap buku. Mereka, pura-putra Papua, hanya mengenakan seragam merah putih seadanya, bertelanjang kaki, dan tak memiliki membawa tas atau buku yang memberatkan.

Konflik utamanya dimulai ketika ayah Mazmur meninggal dunia karena dibunuh. Keluarga hendak membalas dendam, karena hukum adat memang sangat dijunjung tinggi. Mata di balas mata, gigi dibalas gigi, begitu aturan mereka junjung.

Selain itu, akibat meninggalnya ayah Mazmur, dalam hukum adat, Ibu Mazmur diharuskan memotong jarinya untuk menunjukkan kehilangan suami. Keras memang, tetapi memang begitulah kehidupan di sana.

Keindahan alam di sana memang begitu indah. Terlihat dari gunung-gunung yang menjulang tinggi. Bukit-bukitnya yang hijau dan rumah-rumah adat Irian Jaya. Dan sungai yang jernih tanpa plastik -plastik di tepi sungainya.

Dalam film ini, mengajak untuk saling bersama-sama mengasihi. Karena semuanya adalah sama di mata Tuhan, tidak peduli suku, warna kulit atau bahasa.  Dan juga perang tidak menyisakan kemenangan apapun.Perang menyababkan satu orang meninggal, maka seorang anak menjadi yatim dan seorang istri menjadi janda.

Film ini rekomended untuk Anda, yang ingin memperkokoh pemahaman bagaimana persatuan itu sangat penting. Mari saling menggenggam tangan untuk negeri ini.

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Berita Video

Bupati Resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, resmikan Pusat Informasi Geologi Geopark (PIGG) Bojonegoro, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro, ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Film Para Perasuk, Ruang Aman di Balik Magis Desa Latas

Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menggebrak sinema tanah air melalui karya terbarunya, Para Perasuk. Berbeda dengan pakem film bertema mistis pada ...

1777811319.3525 at start, 1777811319.5341 at end, 0.18160390853882 sec elapsed