News Ticker
  • Penduduk Kabupaten Bojonegoro Didominasi Generasi X, Milenial, dan Generasi Z
  • Hasil Sensus Penduduk 2020, Jumlah Penduduk Kabupaten Bojonegoro 1.301.635 Jiwa
  • Hati-Hati Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah
  • Pengusaha Katering Asal Kota Bojonegoro Manfatkan Media Sosial untuk Promosi
  • Isi Waktu Luang Selama Pandemi COVID-19, Guru di Bojonegoro Jual Aneka Varian Rempeyek
  • Mayat yang Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Baureno, Bojonegoro, Belum Teridentifikasi
  • Polda Jatim Salurkan Bantuan Rp 1,8 Miliar untuk Korban Bencana Alam
  • Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Baureno Bojonegoro
  • Sembuh dari COVID-19, 23 Anggota Polres Bojonegoro Lakukan Donor Plasma Konvalesen
  • Kali Grojogan Blora Dibersihkan, Ditemukan Sampah 'Kutang'
  • Boneka Amigurumi Produksi Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Laris di Pasaran
  • Bosan Jadi Karyawan, Pemuda Bojonegoro Jual Es Cao, Sebulan Omzetnya Belasan Juta
  • Polisi Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Sukorejo, Bojonegoro Kota
  • 5 Rumah Warga di Desa Semanding Bojonegoro Kota Terancam Longsor
  • Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Resmikan Taman Gajah Bolong di Baureno
  • KPU Blora Tetapkan Pasangan Arief Rohman-Tri Yulis Setyowati Pemenang Pilkada 2020
  • Pemkab Bojonegoro Segera Perbaiki Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Desa Jatiblimbing, Dander
  • Dampak Pandemi, Perempuan Asal Kalitidu Bojonegoro ini Produksi Camilan 'Balung Kuwuk'
  • Ibu Rumah Tangga Asal Ngasem Bojonegoro ini Olah Umbi Jadi Makanan Modern
  • Polisi Kerahkan Anjing Pelacak dalam Pengamanan Penetapan Paslon Terpilih Pilkada Blora 2020
  • Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Resmikan Kantor Kecamatan Kedungadem
  • Program Rumah Layak Huni EMCL di Desa Beged dan Ngraho, Gayang, Bojonegoro, Dimulai
  • Diterjang Banjir, Tembok Jembatan di Desa Jatiblimbing, Dander, Bojonegoro, Ambrol
  • Ratusan Rumah Warga di Kecamatan Dander dan Kapas Bojonegoro, Tergenang Banjir

Sejarah Bani Umayah

*Oleh Mujamil Edi Wahyudi

Dalam perjalanan sejarah kebudayaan islam, tentu tidak lepas dari sejarah Dinasti Bani Umayah. Dinasti ini didirikan oleh seorang sahabat Nabi yang bernama Muawiyah Bin Abi Sufyan. Ia adalah seorang politikus yang cerdik. Pekerja keras tanpa mengenal lelah untuk mencapai tujuan. Muawiyah Bin Abi Sufyan, mencapai puncak karir didalam dunia politik sebagai seorang Khalifah yang memimpin umat islam di dunia saat itu pada 661 H.

Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayah bin Harb bin Abd Syam bin Abd Manaf bin Al-Quraisyi Al-Nawawi. Sedangkan ibunya bernama Hindun binti Utbah bin Rabiah bin Abd Syam bin Abd Manaf. Nah, secara geneologis terjadi pertemuan antara nenek moyang bapak dan ibu Muawiyah, yakni Abd Syam. Muawiyah yang di juluki Abu Abd Al-Rahman, dilahirkan pada 606 M.

Muawiyah dan ayahandanya masuk islam pada peristiwa penaklukan Makah (Fath A-Makkah). Pada saat itu Muawiyah berusia 23 tahun. Dari pengakuan Muawiyah, bahwa ia  masuk islam jauh sebelum peristiwa penaklukan kota makah melainkan pada Yaum Al-Qadla ketika Rasulallah SAW dan para sahabat melaksanakan Umrah setelah perjanjian Hudaibiyah. Ketika itu ia datang menghadap Rasul dan menyatakan diri sebagai seorang muslim. Akan tetapi keislaman itu ia sembunyikan. Hal itu dilakukan karena Muawiyah mendapat ancaman dari keluarganya terutama ibunya. Kalau ia masuk islam, pasokan makanan, warisan dan sebagainya akan dihentikan.

Setelah keislamannya, ia mendapat kepercayaan kepada Rasulallah SAW untuk menjadi penulis wahyu. Jabatan ini diberikan karena melihat potensi dan kemampuannya dalam menulis dan membaca yang dimilikinya yang perlu dihargai dan dikembangkan untuk kepentingan perkembangan islam. Karena  pada saat itu sedikit sekali orang Arab yang memiliki kemampuan yang dimiliki oleh Muawiyah. Dari sinilah kemudian ia menjadi semakin penting didalam kehidupan sosial dan keagamaan dan politik kala itu.

Sejak saat itulah Muawiyah meniti karirnya, sehingga memiliki karir politik yang cukup baik pada pemerintahan Khulafaurrasyidin. Terutama sejak Khalifah Umar bin Al-Khatab (634 M-644 M) hingga akhir pemerintahan Khalifah Usman bin Affan (644 M-656 M).

Pada masa kepemerintahan khalifah Abu Bakar (632 M-634 M), saudara Muawiyah yang bernama Yazid bin Abu Sufyan, mendapat kepercayaan untuk menaklukan daerah Syam. Dalam situasi yang krisis, Yazid meminta bantuan khalifah untuk menambah pasukan kekuatan perang. Permintaan tersebut dipenuhi oleh khalifah. Kamudian khalifah Abu Bakar meminta kepada Muawiyah untuk memimpin pasukan tambahan tersebut. Dibawah bendera Yazid, Muawiyah bertempur menaklukan kota-kota diutara, seperti Sidon, Beirut dan lain sebagainya.

Dari situlah sinar kecemerlangan Muawiyah tampak. Karena itu khalifah Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah, ia mengangkat Yazid sebagai Gubernur Damaskus, sementara Muawiyah sebagai Gubernur Syiria (Yordania) pada 19 H. Setelah Yazid meninggal, dua wilayah itu dijadikan menjadi satu dibawah kepemimpinan Muawiyah. Dan hal itu disetujui oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab, sebab Muawiyah dikenal sebagai pemimpin yang memiliki kepribadian yang kuat dan ahli dalam lapangan politik. Khalifah Umar menyebut Muawiyah sebagai Kaisar Arab yang berkuasa di Syiria.

Keberhasilan Muawiyah dalam mencapai ambisinya untuk mendirikan kekuasaan Bani Umayah, disebabkan dalam dirinya terkumpul sifat-sifat pengusa, politikus dan administrator. Kepandaiannya dalam bergaul dengan berbagai watak manusia membuat dirinya mampu menghimpun berbagai kecakapan para tokoh pendukungnya. Bahkan lawan politiknya sekalipun. Misalnya ia menawarkan kerja sama dengan seorang politikus dan diplomat, Amr bin Al-Ash, mantan gubernur Mesir yang dicopot oleh Khalifah Usman bin Affan untuk menggalang kekuatan guna mencapai ambisi mereka.

Hal yang penting yang perlu dicatat disini adalah upaya Muawiyah selama menjdi gubernur Syiria. Diantara upaya strategisnya adalah membangun kekuatan militer untuk memperkuat posisinya dalam upaya perluasan dan pertahanan wilayah islam, baik dalam kepemerintahan khalifah Umar maupun khalifah Usman. Meskipun upaya ini tidak dilakukan sejak awal untuk memperkuat posisinya di masa mendatang, namun usaha ini cukup efektif untuk membangun kekuatan dan pertahanan militer yang dapat dipergunakan manakala ia membutuhkannya.

Muawiyah merekrut pasukan militer sebagai tentara bayaran yang berasal dari penduduk asli Syiria dan masyarakat Arab yang bermigrasi ke kota tersebut. Namun kebanyakan yang datang ke kota Damaskus dibawah kekuasaannya adalah anggota sendiri. Dengan kemampuannya, ia juga merekrut tentara yang berasal dari lawan-lawan politiknya. Semua itu merupakan rencana strategis yang dilakukan Muawiyah untuk menggapai ambisinya menjadi Khalifah.

Muawiyah bin Abi Sufyan, menjabat diwilayah Arab utara kurang lebih 20 tahun. Oleh karena itu tak heran kalau kemudian ia memiliki basis yang sangat kuat untuk membantu melicinkan usahanya menuju kursi kekuasaannya sebagai khalifah dan pendiri Dinasti Bani Umayah pada 41 H/661 M. Sebuah jabatan yang dipegangnya hingga ia meninggal pada 60 H.

Penolakan pada khalifah

Dengan dukungan basis masa, militer dan kekayaan yang dimilikinya  Muawiyah berani menentang khalifah Ali bin Abi Thalib (36-41 H/656-661 M) untuk melepaskan jabatannya sebagai gubernur Syiria. Pada saat itu Muawiyah menolak untuk mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Penolakan itu dilakukan karena ia menganggap khalifah Ali yang berada dibalik pembunuhan Khalifah usman.

Muawiyah tidak mau melakukan baiat kepada khalifah Ali sebelum ia mengusut dan mengungkap kasus terbunuhnya khalifah Usman. Dan bahkan Muawiyah mengumpulkan masa pendukungnya untuk secara bersama-sama menentang dan melawan khalifah Ali. Penolakan dan perlawanan yang dilakukan oleh Muawiyah dan pasukannya menimbulkan terjadinya perpecahan ditubuh umat islam dan konflik horizontal yang berkepanjangan.

Perpecahan tersebut menimbulkan perang fisik antra Muawiyah dengan khalifah Ali dengan pasukan setianya masing-masing. Perang tersebut dalam sejarah islam disebut perang Shiffin pada 657 M. Peprangan ini berdampak politis , karena melemahkan sendi-sendi kekuatan umat islam saat itu. Sebagai akibat langsung dari peperangan tersebut adalah munculnya kelompok-kelompok islam, seperti Khawarij yaitu kelompok khalifah Ali yang menyatakan keluar dari barisannya. Mereka merasa tidak puas dari hasil keputusan Tahkim.

Kelompok kedua yaitu Syiah Ali, yakni kelompok pendukung setia khalifah Ali. Ketiga adalah kelompok Muawiyah, yaitu kelompok pendukung setia Muawiyah. Kolompok-kelompok inilah yang kemudian banyak memainkan peran di dalam perjalanan umat islam selanjutnya. Sikap keras Muawiyah ketika masyarakat Khufah, Basrah, Madinah dan sebagian penduduk Persia mengangkat Hasan bin Ali sebagai khalifah. Muawiyah tetap pada pendiriannya untuk tidak mengakui kepemimpinan Hasan bin Ali.

Dengan kekuatan militer dan pasukan yang dimilikinya, Muawiyah terus melakukan proses perebutan kepemimpinan. Dan pada akhirnya sampai pada khalifah Hasan bin Ali mau menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Penyerahan kepemimpinan tersebut melalui beberapa syarat yang diajukan khalifah Hasan bin Ali kepada Muawiyah, dan ia memenuhi syarat tersebut. Sejak saat itulah Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah dan pendiri Dinasti Bani Umayah pada 661 M. Banyak pelajaran bukan ?

Nah, sebagai calon Pemimpin institusi atau Pemimpin, hendaknya memiliki kecerdikan, memiliki strategi politik yang jelas, perkerja keras tanpa mengenal lelah seperti Muawiyah bin Abi Sufyan. Selain itu basis masa atau pasukan militer atau pasukan pertahanan juga dibutuhkan, sehingga dalam menjalankan roda-roda organisasi tidak mudah goyah terhadap kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi lain.

Ilustrasi foto www.ansarbirbarani.blogspot.com

Penulis pengurus PMII Cabang Bojonegoro

Berita Terkait

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Videotorial

Video: Kapolres Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MM MH, beserta staf dan jajaran sampaikan ucapan Selamat Hari Natal 2020 dan ...

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Berita Video

Video Prosesi Pemakaman Positif Corona Asal Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro

Bojonegoro - Seorang warga Kabupaten Bojonegoro, yang berstatus positif terkonfirmasi virus Corona (Covid-19), pada Sabtu (11/07/2020), sekitar pukul 01.30 WIB ...

Teras

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Peristiwa Orang Tersengat Listrik

2020, di Bojonegoro Telah Terjadi 16 Kasus Orang Tersengat Listrik, Korban Jiwa 18 Orang

Bojonegoro - Berdasarkan data yang di himpun media ini, bahwa sejak Januari 2020 hingga Rabu (14/10/2020) hari ini, di Kabupaen ...

Opini

Keterbukaan Data Pasien di Rumah Sakit

Opini

Keterbukaan Data Pasien di Rumah Sakit

"Tulisa ini mencoba menanggapi peristiwa di akhir tahun 2020, di mana ada rumah sakit (RS) swasta di Indonesia yang dituntut ...

Quote

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

Quote Islami

Tuntunan Ibadah Salat Tarawih di Rumah Saja, saat Pandemi Covid-19

KONDISI mewabahnya virus Corona (Covid-19) dalam bulan Ramadan ini tidak mengalami penurunan, bahkan semakin meningkat, maka untuk mencegah bahkan memutus ...

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Sosok

Cerita Pratama Arhan Alif Rifai, Pemain Timnas U-19 Indonesia, Anak Pedangang Sayur di Blora

Blora - Pemain muda klub Liga 1 PSIS Semarang asal Kabupaten Blora, Pratama Arhan Alif Rifai, mendapat beberapa kesempatan baru ...

Eksis

Komunitas Pajero Indonesia Bangun Sebuah Masjid Tidak Layak di Desa Pragelan, Bojonegoro

Komunitas Pajero Indonesia Bangun Sebuah Masjid Tidak Layak di Desa Pragelan, Bojonegoro

Bojonegoro - Komunitas Pajero Indonesia Bersatu (PIB), kembali menggelar bakti sosial dengan melakukan pembangunan sebuah masjid yang kurang layak yang ...

Infotorial

Energi di Tengah Pandemi

Energi di Tengah Pandemi

Lebaran tahun ini terasa berbeda untuk Siti Mahmudah. Ia tidak bisa berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi. Juga tidak ...

Berita Foto

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Jembatan Glendeng Retak

Foto Tembok Jembatan Glendeng, Penghubung Tuban-Bojonegoro yang Alami Retak

Bojonegoro - Tembok penahan pada Jembatan Glendeng, yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, yang berada di Desa Simo Kecamatan ...

Feature

Di Tengah Pandemi COVID-19, Warung Semok Ikan Gloso Bojonegoro Tetap Ramai Pembeli

Wisata Kuliner

Di Tengah Pandemi COVID-19, Warung Semok Ikan Gloso Bojonegoro Tetap Ramai Pembeli

Bojonegoro - Di Kabupaten Bojonegoro, ada sebuah warung yang cukup fenomenal. Namanya Warung Semok Mbak Sumi, yang menawarkan menu spesial ...

Religi

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

Oase Ramadan

Tata Cara Salat Idulfitri di Rumah saat Pandemi Virus Corona

KARENA pelaksanaan salat idulfitri berjamaah di tanah lapang atau di masjid rentan mengorbankan kepentingan yang lebih utama, yaitu memutus rantai ...

Pelesir

Objek Wisata Guyangan Park Bojonegoro, Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Wisata

Objek Wisata Guyangan Park Bojonegoro, Mulai Ramai Dikunjungi Wisatawan

Bojonegoro - 'Guyangkan Park' adalah salah satu objek wisata terbaru di Kabupaten Bojonegoro. Lokasinya berada di kawasan hutan milik Perhutani, ...

Hiburan

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Produser Film Internasional, Setting Lokasi di Bojonegoro

Bojonegoro - Proses preproduksi film internasional berjudul Autobiography, kerja sama produksi antara sineas Indonesia dengan sineas Polandia, Perancis, Jerman dan ...

Statistik

Hari ini

1.504 kunjungan

2.088 halaman dibuka

79 pengunjung online

Bulan ini

75.978 kunjungan

109.533 halaman dibuka

Tahun ini

75.978 kunjungan

109.533 halaman dibuka

Ranking Alexa 

Global: 871.243

Indonesia: 25.453

Ranking SimilarWeb 

Site Overview

Traffic Overview

Online sejak 1 Agustus 2015

1611569658.4613 at start, 1611569660.0761 at end, 1.6148087978363 sec elapsed