Musibah di Masjidil Haram
Jamaah Haji Bojonegoro Tidak Ada yang Meninggal
Sabtu, 12 September 2015 15:00 WIBOleh Khoirul Anam
Oleh Khoirul Anam
Kota – Setelah terjadi musibah di Masjidil Haram, para jamaah haji asal Bojonegoro diminta untuk bertahan dan berdiam di hotel dan penginapan. Mereka berkumpul dan berkoordinasi di hotel. Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, yang juga ikut melaksanakan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, saat ini berkumpul dan rapat dengan jamaah haji asal Bojonegoro.
‘Iya suasananya di sini masih berduka. Kami sekarang bersama jamaah haji asal Bojonegoro sedang berkumpul dan rapat. Kami menunggu perkembangan lebih lanjut situasi di sini (Makkah, Arab Saudi, red),” ujar Sukur Priyanto dihubungi BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (12/09).
Sementara itu menurut jamaah haji lainnya asal Bojonegoro, Mariyadi, asal Dusun Mundu, Desa Perambatan, Kecamatan Balen, saat dihubungi BBC, mengungkapkan, sampai saat ini belum ada kabar yang menyebutkan ada jamaah haji asal Bojonegoro yang menjadi korban jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram tersebut.
“Jamaah haji asal Bojonegoro tidak ada yang jadi korban meninggal akibat musibah itu,” ujarnya.
Mariyadi mengatakan, saat ada musibah badai pasir yang mengakibatkan crane jatuh dan menimpa jamaah haji yang sedang thawaf itu, rombongan jamaah haji Bojonegoro yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 33 sedang melakukan perjalanan ke hotel. Sebab, kata dia, esok harinya rencananya akan melaksanakan umrah.
Ia mengatakan, Masjidil Haram saat ini memang sedang dibangun dan diperluas. Alat berat dan para pekerja berada di sekitar lokasi Masjidil Haram tersebut. Saat kejadian, kata dia, ada badai pasir cukup kencang dan mengakibatkan alat berat jatuh dan atap Masjidil Haram runtuh. Selain itu, di atap masjid itu banyak alat berat dan badai itu menghantam alat-alat berat tersebut.
“Pengerjaan fisik Masjidil Haram itu sedang berlangsung. Bangunan belum kering sehingga mudah runtuh. Para jamaah haji yang sedang thawaf tertimpa alat berat dan reruntuhan bangunan,” ujarnya.
“Akibat kejadian itu, para jamaah haji disarankan agar tidak menjalankan ibadah di lokasi kejadian. Akhirnya, para jamaah banyak yang melakukan ibadah di serambi dan teras masjid,” tandasnya.
Kabar terakhir menyebutkan, sebanyak 107 jamaah haji meninggal akibat musibah di Masjidil Haram itu. Sedangkan, jamaah haji asal Indonesia dikabarkan ada dua orang yang meninggal dan 20 jamaah lainnya mengalami luka-luka. (nam/kik)
*foto crane (alat berat) di Masjidil Haram yang jatuh































.md.jpg)






