BPBD Bojonegoro Gelar Workshop Penanganan Bencana
Rabu, 14 Desember 2016 10:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro (BPBD) Kabupaten Bojonegoro usai melakukan pembuatan tanggul di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro.
Pada hari ini Rabu (14/12/2016) melakukan workshop rencana tindak lanjut kegiatan mitigasi struktural partisipatif Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai kalangan mulai dinas terkait dan relawan bencana serta awak media.
Kasi Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Sukirno, menyampaikan dari terbangunnya tanggul ini nanti rencana akan dikembangkan menjadi sebuah wisata baru yakni wisata air yang berada di Kecamatan Malo.
"Pembangunan tanggul ini dengan pendanaan dari BNPB Pusat dan dana dari pemerintah desa. Dengan pembangunan tanggul ini nantinya diharapkan mampu menjadi wisata di tingkat desa,” ujar Sukirno.
Sementara itu Sekda Kabupaten Bojonegoro, Drs H Soehadi Moeljono MM menyampaikan dalam pelaksanaan bencana pihaknya telah melaksanakan semaksimal mungkin upaya antisipasi dan penanggulangan.
Di Bojonegoro ada beberapa jenis bencana. Dulu hanya ada bencana banjir saja namun saat ini ada tambahan bencana lagi. Bencana banjir Bengawan Solo, banjir bandang dan bencana industri.
Saat ini, kata dia, penanganan banjir adalah tugas bersama bukan hanya pemerintah saja. Mulai dari masyarakat tingkat desa, kecamatan dan pemerintah Bojonegoro sehingga bisa bersama untuk menghadapi bencana.
"Namun untuk mengelola bencana itu kita harus ada pelatihan dan wawasan terkait penanggulangan bencana, sehingga mampu mengelola bencana dengan baik,” pungkasnya.
Soehadi Moeljono dalam membuka workshop berharap dalam workshop ini nanti harapannya bisa memberikan ilmu untuk ditularkan di masyarakat sekitar. (mol/kik)































.md.jpg)






