Pemkab Bojonegoro Berencana Bangun Waduk Karangnongko
Selasa, 27 Desember 2016 07:00 WIBOleh Heriyanto
Oleh Heriyanto
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berencana membangun sejumlah waduk di wilayah Bojonegoro guna memenuhi persediaan air bagi pertanian dan industri. Dengan persediaan air irigasi yang cukup diharapkan produksi pertanian akan meningkat.
Waduk yang sedang disiapkan yakni Waduk Karangnongko di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Waduk Karangnongko itu akan menampung cadangan air dari Sungai Bengawan Solo. Pembangunan Waduk Karangnongko itu diperkirakan menelan dana sekitar Rp500 miliar.
“Rencana pembangunan Waduk Karangnongko itu sedang dimatangkan,” ujar Bupati Bojonegoro, Suyoto, beberapa waktu lalu.
Saat ini, kata Suyoto, pihak Pemkab Bojonegoro terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mematangkan rencana pembangunan Waduk Karangnongko tersebut.
Selain Waduk Karangnongko, Pemkab Bojonegoro juga membangun Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Waduk Gongseng itu akan menggantikan Waduk Pacal yang dibangun pada masa Belanda. Pembangunan Waduk Gongseng itu menelan dana sekitar Rp200 miliar.
Waduk Karangnongko bakal memenuhi persediaan air untuk wilayah Kecamatan Ngraho, Ngambon, Padangan, dan Tambakrejo. Sedangkan, Waduk Gongseng bakal menyediakan air irigasi untuk daerah Temayang dan sekitarnya.
Selain itu, di sepanjang Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro mulai Kecamatan Ngraho, Padangan, Kalitidu, Bojonegoro, Balen, hingga Baureno bakal dibangun embung-embung yang berfungsi menyimpan cadangan air. Pembangunan embung itu diperkirakan menelan dana sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar.
Menurut Suyoto, pembangunan waduk dan embung itu diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian. Selain itu, cadangan air bisa dipakai untuk kebutuhan industri minyak dan gas bumi di Bojonegoro. (her/kik)


































.md.jpg)






