Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Hanya Sampai Musim Panen Kedua
Kamis, 09 Februari 2017 17:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro Kota - Para petani di Kabupaten Bojonegoro yang menggunakan pupuk kimia harus beralih menggunakan pupuk organik. Sebab, saat ini ketersediaan pupuk di Kabupaten Bojonegoro hanya bisa bertahan aman hingga musim panen kedua.
"Diharapkan untuk para petani menggunakan pupuk organik, agar bisa menghemat kebutuhan pupuk. Sehingga saat terjadi kelangkaan pupuk para petani tetap bisa membuat pupuk sendiri," kata Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro Jupari, Kamis (09/02/2017).
Saat ini untuk alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro tahun anggaran 2017 jenis Urea, usulan kebutuhannya mencapai 80.257 ton. Namun alokasi pupuk bersubsidi hanya 49.623 ton.
"Sehingga dari total usulan kebutuhan pupuk hanya dipenuhi 61,83 persen dan kekurangannya 30.634 ton," imbuhnya.
Sementara untuk Pupuk SP-36, dari usulan kebutuhan mencapai 30.030 ton, dialokasikan sebanyak 15.045 ton. "Jadi kurang mencukupi 37,58 persen atau kurang 14.985 ton," ujar Jupari.
Meski demikian, pihak Dinas Pertanian tetap berupaya mengusulkan kembali ke provinsi dan pusat agar kebutuhan pupuk petani nanti bisa tercukupi. (mol/tap)












































.md.jpg)






