Pembangunan Embung Terkendala Lahan
Jumat, 25 September 2015 07:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk membangun 1000 embung belum bisa dituntaskan di tahun 2015 ini. Hal itu disebabkan karena pembangunan embung ini terkendala tak adanya lahan untuk pembangunan.
Menurut Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Edi Susanto mengatakan, dalam pengerjaannya, kendala selama ini memang berkaitan dengan lahan. Pembangunan embung yang sudah dilakukan kebanyakan menggunakan tanah desa.
Sepanjang 2015, lanjut dia, baru ada 140 embung yang selesai dibangun. Sementara masih ada delapan embung lainnya yang masih dalam tahap pengerjaan.
“Delapan embung itu tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Ngasem, Kedungadem, Baureno, Sumberjo, dan Tambakrejo,” ujarnya, Jumat (25/09).
Sesuai perencanaan, embung itu digunakan untuk menampung air pada saat musim hujan dan menjadi persediaan selama musim kemarau. Luasan embung itu rata-rata satu hingga dua hectare. Pembangunan embung diprioritaskan di daerah sawah tadah hujan.
Edi Susanto mengakui jika pada musim kemarau ini sebagian besar embung dalam kondisi kering kerontang. Meskipun sebagian embung masih ada airnya tetapi hanya tinggal sedikit dan diprediksi tidak cukup untuk mengairi tanaman di sekitarnya.
Sementara itu, embung Glagah di Dusun Glagah, Desa/Kecamatan Purwosari misalnya kini kondisinya telah mengering. Di dasar embung itu tanahnya terlihat retak-retak dan banyak tumbuh ilalang. Embung seluas satu setengah hektare itu berada di dekat hutan Tobo wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Padangan.
Begitu pula embung Sonorejo, di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan kini kondisinya juga telah menyusut drastis. Air di embung terlihat tinggal di dasar embung saja. Praktis, air di embung itu tidak cukup untuk keperluan pengairan persawahan di sekitar Desa Sonorejo.
Menurut Sukirno, 43, petani di Desa Sonorejo, kondisi embung Sonorejo mengalami pendangkalan sejak beberapa tahun terakhir. Seharusnya, kata dia, dasar embung itu dikeduk agar mampu menampung air lebih banyak saat musim hujan.
“Kalau sekarang kondisi embung Sonorejo ini sudah tidak maksimal menampung air,” ujarnya. (mol/kik)
Foto embung Sonorejo di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan































.md.jpg)






