Musibah Orang Tenggelam
Korban Anak Tenggelam di Ngraho, Ditemukan Meninggal Dunia
Rabu, 12 Juli 2017 08:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Ngraho - Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Senin (10/07/2017) sekira pukul 15.00 WIB lalu, Mohamad Rokim bin Sukeri (9), warga Dusun Mojokeduk Desa Mojorejo RT 004 RW 002 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo desa setempat.
Mulai Selasa (11/07/2017) kemarin pagi, tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro dan Tim BASARNAS Surabaya serta dibantu dari Emergency Respon Cepu, telah melakukan pencarian terhadap korban, namun hingga Selasa petang kemarin, korban masih belum diketemukan. Dan pada Rabu (12/07/2017) sekira pukul 06.20 WIB pagi ini, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia
Baca: Seorang Bocah di Ngraho, Dilaporkan Tenggelam di Bengawan Solo
Baca juga: Tim SAR Gabungan dan BASARNAS Mulai Lakukan Pencariann Korban Anak Tenggelam di Ngraho
Baca juga: Hingga Petang Ini, Tim SAR Gabungan Belum Temukan Korban Anak Tenggelam di Ngraho
Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro, Sukirno SSos, kepada media ini menjelaskan, bahwa pada Rabu (12/07/2017) pagi ini, anggota tim SAR Gabungan yang bermalam di lokasi kejadian, mulai melakukan persiapan untuk melakukan pencarian sambil melakukan pengamatan disekitar lokasi kejadian.
Sukirno menambahkan, kira-kira pukul 06.20 WIB, salah seorang anggota melihat korban telah mengapung di permukaan sungai Bengawan Solo. “Korban ditemukan sekitar 250 meter, dari lokasi tenggelamnya korban,” terang Sukirno.
Setelah diketahui adanya korban yang mengapung di permukaan Sungai Bengawan Solo, anggota tim SAR Gabungan segera melakukan evakuasi terhadap korban dan diketahui korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian penemuan tersebut dilaporkan pada Polsek Ngraho.

Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto S SH, ketika dihubungi media ini melalui sambungan telepon pada Rabu (12/07/2017) pagi membenarkan, bahwa pihaknya telah mendapat laporan terkait penemuan jenazah korban. “Saat ini saya sudah di rumah duka mas, menunggu proses pemakaman,” terangnya.
Kapolsek menerangkan, bahwa setelah pihaknya menerima laporan tadi pagi, dirinya bersama anggota segera meuju lokasi kejadian, sambil menghubungi pihak medis dari Puskesmas Ngraho, untuk melaukan identifikasi dan olah TKP. “Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” terang AKP H Purwanto SH.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis Puskesmas Ngraho, dipastikan korban meninggal akibat tenggelam dan setelah dilakukan olah TKP serta identifikasi awal, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka. "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan korban meninggal dunia murni karena tenggelam,” terang Kapolsek.
Kapolsek menambahkan, bahwa sejak diterima informasi penemuan korban, orang tua korban, Sukeri (37) langsung mendatangi lokasi penemuan jenazah anaknya. “Orang tua korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi.” imbuh Kapolsek.
Selanjutnya orang tua korban membuat surat pernyataan, tidak akan menuntut pihak manapun atas musibah yang menimpa anaknya tersebut. Dan setelah dibuatkan berita-acara, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Jenazah korban telah usai dimandikan dan disolatkan, tinggal menunggu untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (inc/imm)
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Mohamad Rokim bin Sukeri (9), warga Desa Mojorejo RT 004 RW 002 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo desa setempat.
Saat itu korban bersama temannya, Yoga Mamat Prayoga (13), sedang memancing di bibir sungai Bengawan Solo, di Desa Mojorejo Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, namun korban terpeleset dan tercebur ke aliran Sungai Bengawan Solo lalu terbawa arus yang selanjutnya tenggelam. Sebelum tenggelam, korban sempat minta tolong kepada temannya, namun temannya tidak berani menolong karena arus sungai sedang deras.
Selanjutnya, mulai Selasa (11/07/2017) pagi, tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro dan Tim BASARNAS Surabaya dan dibantu dari Emergency Respon Cepu, telah melakukan pencarian terhadap korban, namun hingga Selasa petang kemarin, korban masih belum diketemukan. Dan pada Rabu (12/07/2017) sekira pukul 06.20 WIB pagi ini, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (inc/imm)












































.md.jpg)






