Anggota HDKB
Tekad Kuat Penyandang Cacat Kalahkan Keterbatasan
Selasa, 06 Oktober 2015 15:00 WIBOleh Ahmad Bukhori
Oleh Ahmad Bukhori
Sumberrejo - Keterbatasan fisik bukanlah alasan seseorang untuk tidak berkarya. Dengan tekad dan semangat yang kuat dapat mengantarkan penyandang cacat menjadi orang hebat melebihi orang berfisik normal.
Seperti dituturkan Sukamto (40), asal Desa/Kecamatan Kedungadem. Pria dengan satu tangan itu mampu menjadi tukang jahit handal. Satu tangan sebelah kiri putus, akibat kecelakaan hebat saat usia remaja.
"Pada awalnya, kalau melihat segi fisik, saya tidak yakin mampu menjalani kehidupan ini," ucapnya kepada beritabojonegoro.com saat mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan Himpunan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (HDKB) di Balai Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Selasa (06/10).
Namun, kekhawatiran itu sedikit demi sedikit terpupus. Semangat dan tekad kuat mengalahkan semua keterbatasan yang ada. Bapak dua anak itu pun bisa berkarya lewat usaha menjahit. Usaha itu ditelateninya, meskipun pada awalnya terasa sulit menjahit dengan satu tangan.
"Pelan-pean belajar dan terus berlatih akhirnya bisa menjahit juga. Alhamdulillah, lewat menjahit saya dapat mencukupi kebutuhan keluarga," tuturnya bangga.
Cerita senada disampaikan Tasman (39), peserta pelatihan lainnya. Pria yang mengalami cacat di kedua kakinya itu mampu menjadi tukang servis sepeda onthel dan motor. Apalagi bengkelnya milik sendiri.
Sekilas orang tak menyangka kalau pria asal Desa Sendangrejo Kecamatan Dander itu ahli dalam servis sepeda dan motor. Jika melihat kondisi berjalannya dengan kedua kaki tak berfungsi normal sejak lahir. Sehari-hari dia harus bergantung dua alat bantu jalan atau kruk.
Namun, kondisi itu tidak membuat Tasman putus asa. Terdorong semangat mencukupi kebutuhan sehari-hari, secara otodidak dia pelajari teknik-teknik reparasi sepeda. "Otak-atik sepeda rusak itu hobi saya sejak kecil," ujarnya sambil tertawa.
Akhirnya, Tasman yang hanya lulus SD itu terus mengasah hobinya. Dan, bengkel rumahan miliknya pun berdiri. Dari situ dia berpenghasilan untuk mencukupi kebutuhan dan biaya perawatan orang tuanya yang sudah tua.
"Meski kedua kaki saya tak dapat berfungsi normal saya masih bisa berpenghasilan," tuturnya.
Menurut Ketua HDKB Muhammad Samawi, kisah hidup yang diceritakan dua orang anggotanya itu selaras dengan moto HDKB, yakni "Tekad Yang Kuat Mengalahkan Keterbatasan".
"Saya sangat mengapresiasi dan bangga pada rekan-rekan sesama penyandang cacat, khususnya anggota HDKB. Mereka tetap bersemangat belajar dan berlatih," ucapnya.
Pria asal Desa Lengkong Kecamatan Balen itu, menambahkan, dirinya dan rekan anggota HKDB tidak bosan-bosan menggelorakan semangat dan tekad kuat mengalahkan segala keterbatasan. Karena hanya itulah yang bisa dilakukan menggerakkan para penyandang cacat untuk tetap berkarya.
"Ketahuilah, kesempatan tidak datang kedua kalinya. Ayo kita bareng-bareng berkarya dengan tekad dan semangat yang kuat meski terdapat keterbatasan pada diri kita," kata Samawi membakar semangat para Disabilitas. (ori/tap)

































.md.jpg)






