Dinas Kesehatan Kekurangan Tenaga Medis
Selasa, 06 Oktober 2015 17:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota - Dinas Kesehatan Bojonegoro sampai saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di Puskesmas. Saat ini total Puskesmas di Bojonegoro ada 36, terdiri 24 rawat inap dan 12 rawat jalan.
Dari total 36 Puskesmas itu jumlah tenaga kesehatan yang ada 343 perawat. Sementara yang dibutuhkan saat ini 488 perawat, jadi masih kurang 145 perawat.
Sedangkan untuk tenaga dokter umum, yang ada saat ini baru 67 dokter. Padahal yang dibutuhkan 86 dokter, jadi kurang 19 dokter. Dan, dokter gigi ada 27 dokter yang dibutuhkan 36 dokter, kurang 9 dokter.
Untuk apoteker masih butuh banyak, karena yang ada saat ini baru 1 orang. Padahal yang dibutuhkan 24 apoteker.
Selanjutnya, Diploma perawat gigi baru ada 11 orang, yang dibutuhkan 36 orang. Diploma Kesehatan Lingkungan baru ada 13 orang, yang dibutuhkan 36 orang. Diploma Gizi baru ada 7 orang, yang dibutuhkan 36 orang. Diploma Analis baru ada 15 orang, yang dibutuhkan 36 orang. Diploma Farmasi baru ada 7 orang, yang dibutuhkan 36 orang.
Sarjana Kesehatan Masyarakat, masih kurang 36 orang. Diploma Atem (Akademi Teknik) masih kurang 36 orang. Bidan baru ada 529 orang, yang dibutuhkan 590 orang, masih kurang 61 orang.
Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Kesehatan Siti Syamsiah SSos mengatakan, penyebab kekurangan tenaga kesehatan ini karena formasi CPNS tidak sesuai dengan pengusulan dan ada pemotongan CPNS. Sampai saat ini kekurangan belum terpenuhi.
"Namun dengan adanya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, ada peluang untuk bisa banyak ngambil tenaga kontrak," ujarnya kepada beritabojonegoro.com, Selasa (06/10).
Dampak dari kekurangan tenaga kesehatan ini berpengaruh terhadap pelayanan perawatan kesehatan masyarakat. "Kalau dokter atau perawat ada kesibukan, maka belum ada penggantinya," pungkasnya. (mol/tap)

































.md.jpg)






