10 Rangking Penyakit Orang Bojonegoro
Selasa, 06 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota-Ada 10 penyakit yang perlu menjadi perhatian untuk diwaspadai oleh masyarakat Bojonegoro. Jumlah itu adalah data yang masuk di Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dalam tahun ini, terhitung sejak Januari hingga bulan Agustus.
Kabid Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Suharto SH, menyebutkan, kesepuluh penyakit itu adalah ISPA, Gastritis dan duodenitis, pegal-pegal, darah tinggi, pd sistem otot, nyeri kepala, alergi kulit, diare, influensa dan common cold.
"Dari semua itu, yang paling banyak diderita adalah ispa," terangnya. Membludaknya penderita ispa, lanjut Suharto, dikarenakan kemarau panjang dan panas yang menyengat. Ispa tergolong penyakit yang tidak begitu bahaya dan serius. Ispa, normalnya, bahkan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan.
"Kalau dalam tiga empat hari masih berlarut, dipastikan ada penyakit lainnya," terang Suharto. Peluang itu ada bagi masyarakat yang daya tahan tubuhnya lemah. Dan itu disebabkan, kata Suharto, karena pola hidup dan makan masyarakat yang kurang teratur.
Sedangkan yang paling berpeluang bahaya adalah darah tinggi. Itu karena berpotensi pada komplikasi. Darah tinggi biasanya tidak diderita secara sendirian, melainkan bersamaan atau disusul penyakit lainnya.
Suharto menunjukkan kepada BeritaBojonegoro.com (BBC), data sepuluh urutan terbanyak penyakit masyarakat Bojonegoro yang bersumber dari Puskesmas di seluruh Bojonegoro. Yang mana, di 28 Kecamatan yang ada di Bojonegoro ini, terdapat sebanyak 36 Puskesmas.
Sepuluh penyakit itu adalah Infleksi Akut Sel Pernafasan Atas (ISPA) sebanyak77.288 penderita, Gastritis dan Duodenitis 45.636 penderita, Badan Capek dan Pegal - Pegal 37.050 orang, Penyakit Darah Tinggi 36.771 orang, Penyakit Sistem Otot 33.558 orang, Nyeri Kepala 18.929 orang, Penyakit Kulit Alergi 17.688 orang, Diare 17.668 orang, Influensa 17.338 orang dan Common Cold 15.4317 orang.
Suharto kembali mengingatkan tentang ispa. "Kalau terkena ispa, jarak 3 - 5 hari belum sembuh, maka segera periksa dan tanyakan ke dokter. Mungkin ada penyakit yang bersamaan," terangnya. Ispa mudah sekali menular, kata Suharto, termasuk melalui udara. (mul/moha)
Foto PKM Dinkes Bojonegoro, Suharto SH

































.md.jpg)






