Petani di Kanor Keluhkan Harga Cabai yang Dibeli Murah
Rabu, 06 September 2017 18:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Kanor - Para petani cabai di Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor mengeluhkan rendahnya harga cabai jika dibandingkan beberapa bulan lalu. Yang lebih mengelus dada lagi, harga di pasaran terpaut cukup jauh dengan harga di petani.
Muhammad Taji (45), warga Desa Sumberwangi, yang sehari-hari bekerja sebagai petani cabai terus mengalami kerugian selama beberapa panen belakangan ini akibat harga cabai yang terus menurun.
Menurutnya, harga cabai lompong saat ini hanya Rp 5.000 perkilogram di petani, sementara harga di pasar mencapai Rp10.000 perkilogram. Harga ini sangat merugikan petani cabai.
"Harga petani dengan pasar sangat beda jauh, sehingga petani hanya bisa balik modal, bahkan rugi," ungkapnya.
Akibatnya, Taji pun mengalami kerugian saat panen pada tahun ini. Belum lagi masalah cuaca yang sulit diprediksi sehingga tanaman padi rawan terkena penyakit.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yunik (37 tahun), petani lain di Sumberwangi yang juga memiliki beberapa petak lahan cabai.
Yunik mengaku heran mengapa harga cabai sangat murah dan rendah. Padahal harga di pasar sedikit mahal, namun di kalangan petani harga masih rendah.
"Terkadang kami menangis saat panen, karena saat panen pasti harga cabai turun, bahkan untuk hasil tidak seimbang dengan modal," ungkapnya. (mol/moha)












































.md.jpg)






