Kantor Imigrasi Batam Kunjungi Bojonegoro Belajar tentang Inovasi Pemerintahan
Kamis, 07 September 2017 20:00 WIBOleh Redaksi BeritaBojonegoro.com
Oeh Redaksi
Bojonegoro Kota - Kantor Imigrasi Kelas Khusus Batam melawat ke Pemkab Bojonegoro untuk belajar inovasi pemerinahan, Kamis (08/09/2017) pagi tadi. Rombongan dipimpin Kepala Kantor Lucky agung Binarto yang diterima langsung oleh Bupati Suyoto. Di hadapan rombongan, Bupati Suyoto menjelaskan setiap kegiatan dan inovasi Pemkab, khususnya semangat dalam menjalankan Open Goverment Partnership (OGP).
Di hadapan mereka Kang Yoto menjelaskan mengenai kondisi Bojonegoro yang dulunya miskin dan terkenal dengan daerah langganan bencana khusunya banjir dari Bengawan Solo tiap tahun, infrastrukturnya tidak memadai dan masalah kepercayaan publik yang lemah terhadap pemerintah. Namun perlahan semua itu bisa diatasi oleh Pemkab dengan usaha serius dengan mengedapankan 6 pilar pembangunan berkelanjutan dan pola kepemimpinan yang transformatif. Ketekunan ini kemudian membawa Bojonegoro menjadi wakil Indonesia dalam Open Goverment Partnership (OGP) tingkat dunia.
“Kita bersaing dengan ibu kota-ibu kota negara di dunia,” kata Kang Yoto.
Lucky Agung Binarto mengapresiasi semangat Bojonegoro di kepemimpinan Kang Yoto. Dia merasa bersyukur bisa mendapat inspirasi yang kini dikembangkan di Kantor Imigrasi Kelas Khusus di Batam. Dalam pelayanan di Kantor Imigrasi Batam, Lucky mengaku menerapkan apa yang dilakukan Kang Yoto untuk Bojonegoro dalam kaitannya dengan pelayanan publik.
Secara terperinci dia menjalaskan, jika selama ini pihaknya untuk antrian pelayanan imigrasi masih manual, bahkan masyarakat mulai antri sejak pukul 5 pagi dan antrian sampai di jalan raya. Kini pihaknya membuat kebijakan antrian pelayanan dan pengurusan dengan menggunakan media Whatsapp (WA) sehingga bisa lebih cepat.
“Jika selama ini harus antri mulai pagi kini setelah tahu nomer antrian maka pemohon datang 30 menit sebelumnya,” katanya.
Lucky juga menjelaskan pihaknya kini juga mengembangkan inovasi berbashis IT lainnya yakni Satelit Marine Traffic Troy atau aplikasi pengecekan posisi kapal. Dengan aplikasi itu pengecekan kapal kini tidak manual lagi.
“Saya memboyong seluruh bidang dan pejabat di jajaran kami untuk belajar ODP dari Kabupaten Bojonegoro. Apa yang kami dapat di Bojonegoro akan kami implementasikan,” katanya. (red)












































.md.jpg)






