News Ticker
  • BPBD Bojonegoro Salurkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 74 Desa Terdampak Kekeringan
  • Kebakaran Gudang Oven Tembakau di Sukosewu, Bojonegoro, Kerugian Capai Rp 60 Juta
  • Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda di DPRD, Bupati Setyo Wahono Minta RPIK Dorong Transformasi Ekonomi Non-Migas
  • Respon Cepat Laporan Warga, Dinsos Bojonegoro dan LMI Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Penyandang Disabilitas di Baureno
  • Tabrakan Motor di Sukosewu, Bojonegoro, Seorang Pemotor Meninggal di Rumah Sakit
  • 25 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiran Cuaca 25 September 2026
  • Ribuan Warga Bojonegoro Semarakkan Jalan Sehat Haornas 2026
  • Tingkatkan Kompetensi, Guru SD-SMP di Bojonegoro Dilatih Internet of Things Digital 5.0
  • Resmi Beroperasi, TPS 3R Srawung Makmur Desa Trucuk Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi Warga
  • Penyakit Jantung dan Stroke Serap Anggaran BPJS Hingga Rp23 Triliun, PERKI Dorong Penguatan Deteksi Dini
  • 6 ASN Purnatugas Bojonegoro Terima SK Pensiun
  • 24 Daerah di Jawa Timur Darurat Kekeringan
  • Jangan Lewatkan Besok! Pemkab Bojonegoro Gelar Jalan Sehat dan Senam Massal Peringati HAORNAS 2026
  • Bupati Setyo Wahono Minta Status Kabupaten Layak Anak Tak Sekadar Regulasi di Atas Kertas
  • 24 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 24 September 2026
  • Festival Literasi Digital 2026, Kolaborasi EMCL dan PDPM Bojonegoro Luncurkan Website
  • Pembakaran Sampah Diduga Pemicu Kebakaran Lahan di Mojokampung, Gudang Mebel Ikut Hangus
  • Warga Sudu, Gayam, Bojonegoro Mulai Rasakan Nilai Ekonomi Pemilahan Sampah
  • Sekolah Jurnalistik RPS Tuban, Bekali Pelajar Prinsip Dasar Jurnalistik di Era Disrupsi Informasi
  • Ditarget Beroperasi Maret 2027, Groundbreaking Proyek Mini LNG Plant di Bojonegoro Dimulai
  • Logo Hari Jadi Bojonegoro ke-349 Resmi Diluncurkan
  • Gandeng BBPMP Jatim, Disdik Bojonegoro Mantapkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Profesor Muladno Puji Semangat Perubahan Peternak Bojonegoro

Profesor Muladno Puji Semangat Perubahan Peternak Bojonegoro

Oleh Redaksi

Bojonegoro Kota – Penggagas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) dari  Institute Pertanian Bogor Profesor Muladno, memuji semangat perubahan SPR Mega Jaya Dusun Ngantru Desa Sekaran Kecamatan Kasiman, saat sambutan di acara penandatanganan kontrak kerjasama SPR Mega Jaya dengan Ikasmada Kediri 1980, Selasa (19/09/2017) siang tadi.

Prof Muladno mengakui bahwa pola pikir para peternak di Kasiman ini mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Mulai dari pengetahuan hingga kemampuan mereka dalam bidang peternakan mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, para peternak sekarang ini sudah memiliki pandangan yang jauh ke depan untuk mengembangkan peternakan. Beternak bukan lagi sampingan bagi mereka, melainkan menjadi pekerjaan utama, jadi bisa total.

“Keingintahuan mereka tinggi, mudah menerima arahan dan mau diajak berubah.  Jika beberapa daerah  kecenderungan mereka berpikir konvensional, namun di Bojonegoro ini beda mereka mau dibimbing dan diarahkan  jika salah juga mau untuk dibenarkan. Ini sangat susah lho. Diajak mau berubah  itu bukan perkara  gampang, namun peternak di Bojonegoro mematahkan hal itu mereka mau diarahkan dan dibimbing serta jika salah mau dibenarkan," kata Profesor Muladno.

Muladno menjelaskan, model SPR jauh lebih menguntungkan dibanding beternak konvensional, apalagi jika ada pihak  ketiga yang bermitra. Dari kemitraan yang dilakukan  SPR  Mega Jaya hari ini saja para petani sudah mendapatkan keuntungan.  Dari MoU ini setiap peternak mendapat  biaya pakan Rp5,5 juta untuk  12 bulan. Setelah itu ketika usia 12 bulan  sapi dijual maka keuntungan  setelah dikurangi  biaya pakan  maka keuntungan akan dibagi 70:30  yakni dengan hitungan  70 persen  menjadi hak peternak  sedangkan 30 persen pemilik  modal. Jika dihitung  keuntungan perhari  yang didapat adalah Rp15 ribu perhari selama 12 bulan.  Jika memakai  sistem konvensional  maka berdasarkan perhitungan keuntungan yang didapat peternak  hanya Rp3 ribu  perhari  selama 12 bulan. Belum lagi ketika ada kematian  ternak ditanggung  bersama yakni  peternak  dan pemilik  modal, jika mereka belum diasuransikan. Namun jika sudah maka akan mendapatkan  jaminan dari tanggungan asuransi peternakan.

“Hal utama yang ingin ditanamkan oleh pihak kami  adalah  kemandirian peternak dan peningkatan kemampuan para peternak. Lagi pula kami hanya akan mendampingi dalam kurun waktu 4 tahun saja. Setelah 4 tahun  maka akan dilepas, meskipun ya akan tetap dilakukan pemantauan tentunya,” katanya. 

Prof Mulatno juga menegaskan, bahwa indukan yang terbaik adalah sapi lokal. Sapi luar negeri akan membutuhkan kerja yang ektra keras.

Sementara itu perwakilan  IACBP Roby menuturkan bahwa kebanyakan peternak di Indonesia ini belum akrab dengan dunia perbankan. “Semangat peternak Bojonegoro ini sangatlah luar biasa. Bisa dikatakan dibanding 8 lokasi IACBP di Indonesia yakni Jawa, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Bengkulu dan NTB, semangat peternak Bojonegoro yang mau belajar dan gampang untuk diarahkan menjadi salah satu modal yang berharga,” katanya. (red)

Foto penandatanganan kontrak kerjasama antara SPR Mega Jaya dan Ikasmada Kabupaten Kediri. Profesor Muladno (baju putih).

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Berita Video

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup

Setelah berlangsung selama empt hari mulai Rabu (17/06/2026), ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Dekranasda ...

Teras

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

Menyoroti Konsep Penanggulangan Bencana di Bojonegoro

Memasukkan Pendidikan Mitigasi Bencana dalam Kurikulum Sekolah di Bojonegoro

"Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Penanggulangan Bencana, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjadi penanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Berita Foto

Foto Evakuasi Serpihan Pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang Jatuh di Blora

Blora - Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan warga sekitar terus melakukan pencarian terhadap serpihan pesawat tempur T-50i Golden ...

Religi

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Pakaian Ihram saat Haji dan Umrah, antara Syariat dan Hakikat

Judul itu menjadi tema pembekalan sekaligus pengajian Rabu pagi (24/01/2024) di Masjid Nabawi al Munawaroh, Madinah, kepada jemaah umrah dari ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

Hiburan

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Film Dokumenter Oasis Don't Look Back in Anger, Catatan Ringkas

Bagi yang menghabiskan lebih dari satu dekade menanti gencatan senjata Gallagher Bersaudara namun kurang beruntung disambangi oleh tur mereka pada ...

1790347883.3689 at start, 1790347884.193 at end, 0.82413792610168 sec elapsed