Festival Bengawan Bojonegoro 2017
Satu Penumpang Perahu Hias Tercebur Saat Baru Berangkat
Minggu, 24 September 2017 19:00 WIBOleh Piping Dian Permadi
Oleh Piping Dian Permadi
Bojonegoro Kalitidu – Seorang peserta Parade Perahu Hias tercebur ke sungai saat perahu kelompoknya baru berangkat di garis start di Bendungan Gerak tadi. Yang mengkhawatirkan, orang tersebut tidak memakai pelampung dan sempat lama terombang-ambing di air. Penonton berteriak panik melihat orang tercebur tersebut dan sempat meneriaki Tim SAR yang mereka anggap tidak cekatan.
Insiden itu bermula saat perahu dengan nomor urut 03 hendak berangkat dari titik start. Karena tidak mengetahui di tengah sungai ada batu besar yang terbilang dangkal dari permukaan air, perahu tersebut menabraknya. Akibat benturan yang cukup keras di bagian depan samping kanan, perahu oleng dan salah satu penumpangnya tercebur.
Penonton yang menyaksikan dengan mata kepala panik. Mereka berteriak dan memanggil-manggil Tim SAR yang hanya berjarak kurang lebih 10 meter di sebelah utara tempat kejadian. Saat kejadian tersebut, nampak Tim SAR tengah menghadap ke utara, sehingga tidak melihat insiden itu.
Teriakan penonton pun semakin histeris dan belum juga didengar oleh Tim SAR. Beberapa penonton bahkan berteriak menyalahkan TIM SAR, karena tidak mendengar teriakan mereka. "Ngomong wae, layo ngomong ae," teriak seorang perempuan di barisan penonton.
Untunglah penumpang yang tercebur tersebut nampak bisa berenang sehingga berusaha untuk menepi dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian Tim SAR yang akhirnya tahu insiden itu dengan sigap menghampiri korban untuk diselamatkan.
Salah satu panitia Budianto ketika dikonfirmasi beritabojonegoro.com menyayangkan insiden tersebut. Dia mengatakan, pada teknikal meeting (TM) sebelum kegiatan dilangsungkan, sudah disampaikan kepada para peserta mengenai kondisi di lapangan mencakup kondisi medan yang akan dilalui para peserta serta perlengkapan keamanan yang seharusnya peserta pakai.
"Kita sudah sampaikan semuanya di TM, dengan kondisi Bengawan surut memang seperti itu kondisinya," ujar Budianto.
Mengenai debit air di Bengawan Solo yang terus mengalami penurunan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk mengatur intensitas air. Dengan sistem buka tutup Bendung Gerak, yang diatur sedemikian rupa agar tinggi air bisa mencukupi untuk digunakan dalam acara Parade Perahu Hias Festival Bengawan.
Panitia mengaku sudah berbuat maksimal. Insiden itu akan dijadikan bahan evaluasi ke depan agar bisa lebih baik. "Ya kita jadikan bahan evaluasi, kita sudah himbau untuk minimal ada pelampung setiap perahu tapi ya ada yang menjalankan ada yang tidak," imbuhnya.
Total peserta dalam lomba perahu hias Festival Bengawan Bojonegoro tahun 2017 ini adalah 40 perahu, dan tambah 2 VIP. Dari 40 peserta terbagi menjadi dua bagian, yaitu 7 dari kategori instansi dan komunitas serta 33 dan dari desa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupetan Andik Sujarwo mengatakan, terkait insiden itu TIM SAR sudah bertindak secara maksimal. Apabila ada kekurangan saat menjalankan tugas, dia mengaku itu hal yang wajar dan manusiawi.
"Mohon maaf, kita sudah berupaya maksimal, bila masih ada kekurangan adalah hal yang manusiawi," katanya.
Selain satu perahu yang mengakibatkan satu penumpang tercebur ke air tersebut, dua perahu lain juga mengalami insiden serupa, meskipun tak separah nomor urut 03 tersebut. (pin/moha)












































.md.jpg)






