Hasil Uji Lab Tribulan BLH Bojonegoro
Udara dan Air di Bojonegoro Masih Layak Konsumsi
Jumat, 09 Oktober 2015 18:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Berdasarkan hasil Uji Laboratorium rutin 3 bulan (tribulan) sekali oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, rupanya air dan udara di Bojonegoro masih layak dikonsumsi karena masih sesuai baku mutu.
Uji kelayakan air dan udara di Bojonegoro yang dilakukan oleh BLH Bojonegoro tersebut bekerja sama dengan UPT Laboratorium Lingkungan BLH Mojokerto. Uji lab tribulan tersebut berbeda dengan yang kasus dugaan pencemaran air Bengawan Solo.
Pengambilan sampel dilakukan bulan lalu, sehingga hasilnya bisa dilihat hari ini (09/10). Pada uji kelayakan air, sampel diambil dari tiga titik di Bengawan Solo, yaitu Jembatan Padangan, Bendung Gerak dan Jembatan Glendeng. Sedangkan untuk hasil Laboratorium menunjukkan bahwa parameter Biological Oxygen Demand (BOD) 7,1 - 20,3 mg/ liter (batasnya 30), COD 14, 1-44, 8 Mg/ liter (batasnya 80). Biological Oxygen Demand adalah jumlah kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh miikroorganisme untuk mengurai air.
"Untuk sampel air, maksimal enam jam harus sampai di laboratorium. Jadi kami mengambil sampel dari barat kemudian ke timur dan langsung dilarikan ke Mojokerto," cerita Hary Susanto selaku Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium Lingkungan BLH Bojonegoro.
Sedangkan sampel udara diambil dari daerah yang padat penduduknya dan padatnya kendaraan yang melintas. Daerah tersebut adalah Terminal Rajekwesi, Bundaran Adipura dan pemukiman di area Jalan Gajah Mada Gang Depo. Hasil uji kelayakan udara di tiga sample tersebut rata-rata 33,9 derajad celcius - 36,8 derajat celcius.
"Untuk mengambil sampel udara, kami harus mendatangkan dari pihak Laboratorium Mojokerto. Mereka datang dengan satu mobil unit yang sudah terpasang alat pengambil sampel. Untuk setiap titik membutuhkan waktu kurang lebih dua jam," tambah Hary yang ikut mendampingi Elsadeba, Kepala BLH, saat pengambilan sampel.
Berdasarkan hasil laboratorium tersebut, bisa dikatakan bahwa air dan udara di Bojonegoro masih tergolong baik, sesuai baku mutu yang ditetapkan Peraturan Gubernur.
"Kesimpulan akhir, kondisi air dan udara di Bojonegoro masih layak untuk dikonsumsi," pungkas Hary. (ver/ moha)
Foto, sumber aboutlabkes.com

































.md.jpg)






