Wabup Pimpin Upacara Hari Korpri, PGRI dan Hari Kesehatan Nasional
Rabu, 29 November 2017 14:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro- Dalam rangka memperingati HUT Korps Persatuan Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang ke-46, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan upacara di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (29/11/2017). Dalam upacara tersebut juga dibarengkan dengan upacara peringatan HUT PGRI yang ke-72, serta dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Guru Nasional tahun 2017. Upacara yang dipimpin langsung Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, tersebut berjalan dengan lancar. Serta pada upacara tersebut dihadiri pula jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Bojonegoro, kepala SKPD, guru, serta para dokter.
Pada upacara HUT Korpri ini juga dilakukan penyerahan penghargaan oleh Wakil Bupati Bojonegoro serta dilanjutkan dengan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Yang menerima penghargaan diantaranya adalah pertama, M. Nur Zakun, S.Pdi, MM sebagai guru berdedikasi dan inovaif dalam program Indonesia Digital Learning Kerjasama PB PGRI Dengan PT Telkom Indonesia. Kedua, Yulianto, A.Md Gizi (Puskemas Ngasem) juara III Nakes Teladan Jatim. Ketiga, Dr. Vera Agustina (Puskesmas Kanor) juara I Puskesmas Berprestasi Kategori Puskesmas Pedesaan Terbaik Jatim. Keempat, Ponkesdes Desa Papringan (Kecamatan Temayang) Juara I Ponkesdes terbaik Jatim.
Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono menyampaikan sambutan dari Bupati Bojonegoro bahwa peringatan HUT KORPRI yang ke-46 hendaknya dijadikan sebagai momentum bagi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu sebentar lagi akan melaksanakan pemilukada secara serentak yang dapat berimplikasi mengendornya persatuan dan kesatuan bangsa. Sejak pertamakali berdiri KORPRI sebagai satu-satunya wadah bagi pegawai Republik Indonesia, selalu berupaya meneguhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menjaga netralitas dan hanya berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara. Sejalan dengan berlakunya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara, Korpri siap bertransformasi menjadi bagian integral bagi pemerintahan yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi, mewujudkan jiwa korps sebagai pemersatu bangsa.
Sosok guru harus memiliki disiplin yang kuat, mengedepankan kata-kata yang positif, tidak segan memberikan apresiasi kepada apapun hasil karya para siswa, hal itu bisa mendorong para murid untuk terus dapat berinovasi, serta menghormati mereka tanpa pilih kasih, menyatukan keberagaman, dalam persatuan, serta tidak menyerah dalam setiap menghadapi tantangan yang dihadapi. Disisi lain para guru diharapkan ada perubahan pola pengelolaan pendidikan. Karena semakin maju zaman akan berbeda pula permasalahan yang dihadapi. Selain itu kompetensi guru juga diperlukan. Uji kompetensi guru perlu dilakukan sebagai instrumen dalam menekankan kemampuan guru yang hasilnya dimanfaatkan untuk mendesain dan melaksanakan pelatihan sesuai kebutuhan.
Sudah saatnya kedaulatan guru sebagai profesi dikembalikan pada sumbunya sehingga guru dapat konsentrasi mendidik dengan sebaik-baiknya. Dalam tata kelola guru yang dapat mendorong melaksanakan kewajiban dan tanggungjawab profesi dengan baik. Menjadikan guru terus belajar, memperbaiki kemampuan akademik, dan melakukan refleksi dalam bekerja, sert menciptakan kondisi belajar yang sehat dan inklusif. Selain itu guru juga harus memberikan contoh kepada siswa untuk melatih kejujuran sebagai bekal hidup.
Hari kesehatan nasional ke-53 mengambil tema “Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku”. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti pembangunan kesehatan. Program pembangunan kesehatan nasional dimulai dari pendekatan keluarga. Hal tersebut menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan lingkungan. Keluarga merupakan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan perilaku dan gaya hidup bersih dan sehat. Karena itu kita perlu untuk terus membudayakan hidup bersih dan juga sehat. Kementerian kesehatan telah mencanangkan program indonesia sehat dengan opendekatan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Baik melalui
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun melalui Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Selain program kesehatan tersebut perlu juga ada bantuan dari sekto lain yaitu melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan lintas sektor terkait. (mol/kik)












































.md.jpg)






