Tercatat, 592.127 Warga Bojonegoro Bakal Menerima KIS
Kamis, 15 Oktober 2015 20:00 WIBOleh Vera Astanti
Oleh Vera Astanti
Kota - Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) memang sudah diluncurkan pada 3 November 2014 lalu. Namun di Bojonegoro, salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu realisasinya baru sebatas verifikasi data. Padahal kartu sakti ini sudah ditunggu-tunggu warga kurang mampu di kabupaten ini.
Kartu Indonesia Sehat merupakan pengganti dari Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dibiayai Pemerintah Pusat. Melalui KIS, masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara komprehensif di fasilitas kesehatan yang ada. Tentunya tetap mengikuti mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis.
"Sampai saat ini proses pelaksanaan KIS masih sampai tahap verifikasi data penerima dari Pusat Data Informasi Nasional (Pusdatin) kepada Pemkab Bojonegoro, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Disnakertransos Bojonegoro Dwi Harningsih, saat ditemui beritabojonegoro.com, Kamis (15/10).
Dwi menerangkan, setelah menerima data penerima dari Pusdatin, pihaknya lalu memberikan verifikasi data terbaru. Data awal yang diterima dari Pusdatin penerima KIS di Bojonegoro tercatat sebanyak 572.350 jiwa. Setelah diverifikasi balik oleh Disnakertransos jumlah data penerima KIS bertambah 592.127 jiwa.
"Nantinya data ini akan dievaluasi setiap enam bulan sekali," katanya.
Dia menyebutkan, setiap warga Bojonegoro pemegang KIS bakal menerima bantuan senilai Rp 19.225 per orang per bulan. Fungsi KIS adalah melayani kesehatan masyarakat secara gratis pengganti program Jamkesmas.
Sayangnya, imbuh Dwi, jadwal pelaksanaan pembagian kartu sakti ini belum bisa dipastikan. Sekarang tahap realisasi KIS baru sampai verifikasi data. Warga masyarakat penerima KIS adalah yang namanya sudah masuk dalam data tersebut. (ver/tap)
*) Ilustrasi duajurai.com

































.md.jpg)






