Ratusan Mahasiswa Ikuti Seminar Kebudayaan di IKIP PGRI Bojonegoro
Jumat, 16 Oktober 2015 09:30 WIBOleh Linda Estiyanti
Oleh Linda Estiyanti
Kota - Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus Bojonegoro dan luar Bojonegoro memenuhi auditorium kampus IKIP PGRI Bojonegoro dalam acara Pra Mapaba dan seminar kebudayaan kemarin, Kamis (15/10).
Sejak pukul 09.00 WIB, sekitar 200 mahasiswa mengikuti acara Pra Mapaba dan seminar kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IKIP PGRI Bojonegoro, rayon Averrous dan rayon Aviciena.
Pra Mapaba dan Seminar dengan tema besar, “Inilah Kami Wahai Indonesia" itu disajikan dalam pembukaan menggunakan tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab) dan dibuka langsung oleh Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Drs. Sujiran.
Kemudian disambung dengan Seminar "Peran Mahasiswa dalam Menjaga Kebudayaan di Tengah Era Globalisasi" yang disajikan oleh narasumber pegiat sastra dan kebudayaan, Drs Aris Harijanto, M.M.Pd atau yang lebih dikenal dengan Dhe Uban (Seger Community), Muhammad Tohir (Lesung), dan January (Parayangan Cepu).
Sebelum memasuki acara seminar, narasumber memberikan stimulus kepada para mahasiswa, melalui pemutaran film Two and Two, karya sutradara asal Iran, Babak Navari. Kemudian disambung dengan pemaparan kebudayaan Bojonegoro dan tanggung jawab peran mahasiswa.
"Bojonegoro kaya akan kebudayaan, namun pelestariannya belum merata hingga menjamah seluruh wilayah dari ujung utara hingga selatan, timur hingga barat. Disinilah letak tanggung jawab mahasiswa," papar Dhe Uban
Dhe Uban, dengan semangat menggebu menyampaikan kepada seluruh mahasiswa bahwa peran mahasiswa ada tiga, agent of change, agent of innovation, dan agent of social kontrol. Seluruhnya harus diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab sosial, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Pada seminar yang dihadiri penuh sesak mahasiswa hingga auditorium tak mampu menampung itu, Dhe Uban berpesan, jangan hanya seremonial, tapi kedepan diharapkan PMII mampu menjadi wadah untuk mahasiwa belajar dan berdiskusi memikirkan nasib budaya Bojonegoro.
"Mahasiswa harus membuat pergerakan dan menciptakan gagasan untuk memajukan kebudayaan Bojonegoro," teriaknya, sontak diikuti oleh riuh tepuk tangan peserta seminar.
Ketua Panitia Pra Mapaba dan Seminar, Nurdiyanti, mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan dalam rangka menyambut mahasiswa baru di kampus IKIP PGRI Bojonegoro. "Kita sambut mahasiswa baru sebagai sahabat, kemudian kita ajak belajar bersama," ujarnya kepada BBC, sebutan beritabojonegoro.com.
Dalam seminar bertajuk sarasehan tersebut, juga ditampilkan beberapa kreatifitas anggota PMII dalam bermain stand up comedy dan cipta baca puisi. Kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan pengucapan sumpah mahasiswa secara serentak, hingga mereka terhanyut dalam ghiroh pergerakan dan tampak menikmati setiap tampilan yang disuguhkan. (lyn/kik)

































.md.jpg)






