Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Bermain Drama Memakai Bahasa Inggris
Jumat, 20 Juli 2018 11:00 WIBOleh Muliyanto
Oleh Muliyanto
Bojonegoro - Dengan memakai kostum dan bergaya, serta beberapa seniman dengan busana rakyat jelata. Mahasiswa prodi bahasa Inggris menampilkan drama dengan dialog bahasa Inggris di Auditorium IKIP PGRI Bojonegoro, Kamis (19/07/2018).
Dalam pementasan drama ini dilakukan empat group yang nantinya merebutkan the best drama yang digelar selama empat hari berturut-turut mulai hari Senin – Kamis, 16 hingga 19 Juli 2018.
Dosen pembina drama Meiga Ratih menyampaikan drama ini adalah tugas akhir mata kuliah Inggris literature sehingga mahasiswa wajib menampilkan drama dan merebutkan juara terbaik.
"Drama ini berbeda dengan drama yang dipentaskan tahun lalu yakni saat ini dilombakan dan mencari juara terbaik. Selain itu, tahun lalu drama ya masih boleh menggunakan bahasa Indonesia namun tahun ini harus menggunakan bahasa Inggris," ungkap Meiga Ratih kepada beritabojonegoro.com.
Drama ini ditampilkan selama empat hari dengan beda-beda judul yakni pada hari pertama dengan judul bendera setengah tiang, hari kedua bullshit campaigning, hari ketiga miss ghost word, sementara pada hari ke empat menampilkan drama dengan judul ande - ande lumut.
Selain tugas akhir drama ini bertujuan agar para mahasiswa mampu memupuk kerja sama yang baik dalam pergaulan sosial. Dan menghilangkan sifat malu, gugup, tegang, takut.
Selain menampilkan pentas drama, para pemeran juga membuat kostum sendiri sendiri, sehingga ide dan kreatifitas para mahasiswa muncul.
Salah satu sutradara drama bendera setengah tiang, Nurhaliza menyampaikan dalam tugas akhir dengan menampilkan drama ini, awalnya ia merasa canggung karena kesulitan menyatukan kekompakan antar mahasiswa. Namun, saat mendekati pementasan mereka mampu menguasai peran masing-masing.
"Kami menampilkan drama bendera setengah tiang terinspirasi dari pengalaman, karena dulu waktu masih duduk di bangku SMA sudah pernah melakukan drama sehingga drama bisa menambahkan pengalaman lagi ketika melakukan teater dengan menggunakan bahasa Inggris," ungkap Nurhaliza.
Dalam penampilan drama ini pesan moral yang disampaikan yakni sebagai orang yang berkuasa tidak boleh melakukan penindasan dan bisa merangkul rakyat miskin. Sehingga penampilan drama menjadi pelajaran penting bagi mahasiswa (mol/kik)











































.md.jpg)






