Masih Banyak MTs di Bojonegoro Yang Kekurangan Sarana dan Prasarana
Rabu, 25 Juli 2018 11:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro - Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, bahwa ada 110 lembaga sekolah di bawah naungan Kementrian Agama , untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro, saat ini masih kekurangan sarana dan prasaranan untuk menunjang proses pembelajaran.
Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bojonegoro, Drs Asyik Syamsul Huda MPd I, kepada media ini pada Selasa (24/07/2018) menjelaskan bahwa kekurangan sarana maupun prasarana dari masing-masing lembaga tersebut berbeda-beda. Ada yang memang belum memiliki dan ada yang perlu ditingkatkan.
Sarana tersebut meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap madrasah. Sedangkan untuk prasarana, terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang dan instalasi daya dan jasa.
"Dari jumlah tersebut ada satu lembaga yang masuk MTs Negeri sementara sisanya MTs swasta," terang Asyik Syamsul Huda.
Asyik Syamsul Huda juga menyampaikan, bahwa untuk infrastruktur bangunan maupun sarana dan prasarana di sejumlah MTs, masih banyak yang butuh peningkatan demi tercapainya kualitas dan mutu pendidikan agama yang baik.
"Ya, banyak yang masih butuh perbaikan atau peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana untuk belajar mengajar," lanjutnya..
Menurutnya, selama ini bantuan dari Kementrian Agama sendiri sudah dilakukan meski bertahap. Termasuk perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, selama ini dinilai cukup, namun juga juga bertahap.
"Bantuan dari Pemkab cukup membantu dan bantuan dari Pemkab ada yang langsung diberikan kepada yayasan atau lembaganya," pungkasnya.
Sesuai amanat undang-undang, semua sekolah di Indonesia diharapkan berkategori sekolah standar nasional dimana setiap satuan pendidikan atau lembaga, wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. (red/imm)











































.md.jpg)






