Temuan Kasus HIV/Aids di Bojonegoro Hingga Juni Capai 64 Orang
Rabu, 21 Oktober 2015 09:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Temuan kasus HIV/Aids di Bojonegoro trennya terus mengalami kenaikan. Selama tahun 2015 ini saja terhitung sejak Januari hingga Juni saja terungkap ada 64 penderita HIV/Aids di Bojonegoro. Sedangkan, jumlah penderita HIV/Aids di Bojonegoro sejak 2002 hingga 2015 tercatat sebanyak 596 orang.
Bisa jadi, kasus HIV/Aids di Bojonegoro itu lebih banyak bila dibandingkan dengan data yang diungkap oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro tersebut. Sebab, kasus HIV/Aids itu seperti fenomena gunung es. Orang yang terjangkit virus mematikan itu di masyarakat bisa jadi lebih banyak ketimbang data yang berhasil diperoleh oleh Dinas Kesehatan. Penyebabnya, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mau terbuka apabila menderita penyakit HIV/Aids tersebut. Kondisi itu berbeda dengan masyarakat di luar negeri. Sebab, stigma yang ada di masyarakat Indonesia yang cenderung menyudutkan penderita HIV/Aids membuat mereka enggan terbuka.
Menurut Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Dr. Wenny Diah, temuan kasus HIV/Aids di Bojonegoro paling banyak di Kecamatan Dander dan Kalitidu. Pihak Dinkes, kata dia, kini juga telah melatih 175 pamong desa atau modin desa untuk merawat jenazah penderita HIV/Aids tersebut.
“Modin atau pamong desa itu agar tahu bagaimana cara memandikan atau merawat jenazah yang terjangkit HIV/Aids,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Rabu (21/10).
Sejauh ini, mereka yang terjangkit penyakit mematikan itu kebanyakan merupakan warga Bojonegoro yang bekerja di luar daerah atau luar pulau. Kondisi mereka sudah melemah saat mereka sudah pulang di Bojonegoro.
Namun, Bojonegoro yang berkembang menjadi daerah industri minyak dan gas bumi (migas) juga rawan terhadap naiknya kasus HIV/Aids. Sebab, berkembangnya industri migas juga diiringi dengan banyaknya pekerja dari luar yang masuk ke Bojonegoro. Kemudian, tempat hiburan dan penginapan di sekitar Bojonegoro, Tuban, dan Cepu juga berkembang pesat.
Penularan HIV/Aids bisa terjadi karena beberapa hal di antaranya karena hubungan seksual yang tidak aman dan pertukaran jarum suntik sesama pengguna narkoba yang salah satu di antaranya telah terjangkit virus HIV/Aids tersebut.
Sedangkan, mereka yang berisiko tinggi terjangkit HIV/Aids adalah mereka yang suka memakai jasa pekerja seks komersial, para pemakai narkoba yang memakai jarum suntik narkoba secara bergantian. (mol/kik)
foto ilustrasi www.madiunpos.com

































.md.jpg)






