Mahasiswa Unair Adakan Pelatihan Pupuk Organik
Minggu, 09 Agustus 2015 10:00 WIBOleh Mujamil E. Wahyudi
Oleh : Mujamil E. Wahyudi
Bojonegoro – Puluhan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang sedang kuliyah kerja nyata (KKN) bersama perangkat desa Talun menggelar pelatihan pupuk organik dan hayati di Balai Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro, Sabtu (8/8/2015) siang.
Pelatihan yang dihadiri oleh 50 warga tersebut terbagi dari kelompok tani dari Desa Talun dan kelompok tani dari Desa Prayungan.
Pelatihan yang digelar oleh puluhan mahasiswa KKN tersebut berjalan dengan lancar. Semua kelompok tani yang hadir dalam pelatihan tersebut sangat berantusias untuk mengetahui bagaimana cara membuat pupuk organik tersebut.
Menurut salah satu mahasiswa KKN Universitas Airlangga, Erik Vernando (20), pelatihan tersebut bertujuan untuk bagaimana petani bisa membuat atau mengelola pupuk organik yang berasal dari sampah organik.
Lanjut Erik, sampah organik seperti jerami dan daun yang sudah kering, kemudian untuk biaya dalam pembuatan 30 liter pupuk menghabiskan sekitar Rp 10 hingga Rp 20 ribu.
“Harapan kami, setelah pelatihan ini para petani dapat mengelola atau membuat pupuk organik dari sampah organik sendiri,” ujarnya.
Kepala Desa Talun, Zaenal Arifin, menambahkan acara tersebut disambut baik karena dapat menambah wawasan para petani dan kelompok tani khususnya warga Desa Talun. Walaupun waktu pelatihan diadakan siang hari akan tetapi banyak yang hadir.
“Merangsang bagi para petani khususnya warga Desa Talun, bahwa pupuk organik jauh lebih baik dari pupuk kimia untuk kesuburan tanah, lebih efisien dan lebih mengirit biaya,” pungkasnya. [yud/kik]

































.md.jpg)






