Menristekdikti Dorong Pengembangan Peternakan Sapi di Blora Agar Lebih Maju
Minggu, 16 September 2018 18:00 WIBOleh Priyo Spd
Oleh Priyo Spd
Blora - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof H Mohamad Nasir PhD Ak, mendukung dan meminta Kabupaten Blora untuk bisa mengembangkan peternakan sapi secara modern dengan pengelolaannya dari hulu hingga hilir.
“Kalau peternak sapi di Blora seperti di Desa Palon sudah menggunakan IB (inseminasi buatan-red), itu kan berarti sudah modern. Supaya peternak-peternak di sini tahu cara pengelolaan peternakan sapi dari hulu sampai hilir, yang baik itu seperti apa,” kata Prof H Mohamad Nasir PhD Ak, Minggu (16/09/2018).
Menunurutnya langkah ini di maksudkan agar hasil penjualan sapi yang di dapat bisa lebih meningkat lagi dan mampu menambah perekonomian masyarakat.
"Ya memang harus dikembangkan lagi, jadi tidak hanya keluar secara biasa namun harus ada inovasi lain juga," imbuhnya.
Sebelumnya, saat mengunjungi pos inseminasi buatan di Tunjungan Kabupaten Blora, bulan Januari lalu Mohamad Nasir mengatakan, pengelolaan peternakan sapi dari hulu hingga hilir artinya bergerak dari bidang pembibitan hingga penggemukan sapi. Tidak hanya itu, pengelolaan limbah kotoran sapi dengan teknologi juga dapat dilakukan untuk memberi nilai tambah.
“Peternak-peternak di sini kalau mau berhasil berarti harus mau belajar. Bisa belajar dan mencoba meungkin bisa studi banding ke daerah lain, jadi nanti bisa di terapkan disini ,” ujar dia.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan Kabupaten Blora memiliki populasi sapi terbesar di Jawa Tengah, mencapai 231.000 ekor. Sejauh ini keberhasilan yang dilakukan peternak di Blora yakni melakukannya secara komunal dan cara ini mampu semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami terus mendorong agar para peternak bisa lebih inovatif dan selalu mencoba hal baru, jadi ketika sapi Blora di jual, bisa memiliki nilai jual tinggi," ungkapnya
Meski demikian, lanjut wakil Bupati, ia berharap Blora bisa mengembangkan peternakan sapi ini benar-benar dari hulu hingga hilir. Tidak berhenti dengan pembenihan, pembesaran atau penggemukan sapi, tetapi juga sampai memilki rumah potong hewan sendiri. Bahkan industri pengolahan daging sapi sendiri yang dijadikan berbagai macam produk pangan.
"Yang kami harapkan seperti itu, terlebih di Blora ada beberapa daerah yang menjadi sentral lumbung sapi, " Terangnya
Saat ini para peternak sapi di Blora terus mengenbangkan perternakan sapi dengan sistem modern, ada 6 desa penghasil sapi terbesar dan menjadi percontohan, yaitu Desa Palon, Desa Kawengan, Blungun, Kemiri, Galuk dan Bacem. (teg/imm)












































.md.jpg)






