Temuan Kasus HIV/Aids Juli-September Capai 81 Orang
Jumat, 23 Oktober 2015 12:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Temuan kasus HIV/Aids di Bojonegoro trennya terus mengalami kenaikan. Selama tahun 2015 terhitung sejak Januari hingga Juni terungkap ada 64 penderita HIV/Aids di Bojonegoro. Kemudian, temuan kasus HIV/Aids di Bojonegoro mulai Juli hingga September 2015 naik menjadi 81 penderita. Total temuan kasus HIV/Aids di wilayah Bojonegoro sejak Januari hingga September 2015 terungkap 145 penderita.
Temuan kasus HIV/Aids di Bojonegoro yang terus naik ini sungguh mengejutkan. Sebab, apabila di lingkungan itu ditemukan satu kasus HIV/Aids maka risiko terjangkitnya penyakit mematikan itu juga tinggi. Kasus temuan HIV/Aids seperti fenomena gunung es di mana yang tampak di permukaan lebih sedikit dibandingkan yang terjadi sesungguhnya. Sebab, stigma negatif mengenai penderita HIV/Aids atau ODHA (Orang dengan HIV/Aids) di Indonesia masih melekat. Sehingga, penderita HIV/Aids enggan memeriksakan diri apabila terjangkit penyakit mematikan itu.
Menurut Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr Wenny Diah, temuan kasus HIV/Aids yang signifikan selama tiga bulan terakhir (Juli-September) cukup tinggi. Bahkan, dia mengaku tidak pernah memperkirakan akan secepat itu.
“Temuan kasus HIV/Aids sejak Juli hingga September 2015 cukup tinggi. Lebih tinggi dibandingkan sejak Januari sampai Juni 2015,” ujarnya pada BBC, sapaaan BeritaBojonegoro.com, Jumat (23/10).
Dia menuturkan, kenaikan kasus HIV/Aids paling tinggi terjadi di daerah timur Bojonegoro yaitu di Kecamatan Balen. Sebelumnya, kasus HIV/Aids paling banyak ditemukan di daerah Kalitidu dan Dander.
Menurutnya, naiknya kasus HIV/Aids di Balen ini kemungkinan disebabkan banyaknya pekerja dari luar negeri atau luar pulau yang pulang ke Balen. Berdasarkan kasus yang ada di Bojonegoro selama ini, temuan kasus HIV/Aids paling banyak dialami oleh para pekerja dari luar negeri dan luar pulau. Saat pulang, mereka sudah terjangkit virus mematikan tersebut dan kondisinya sudah lemah. (mol/kik)
foto Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Bojonegoro, dr Wenny Diah

































.md.jpg)






