Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Bojonegoro Dikukuhkan
Sabtu, 06 Oktober 2018 13:00 WIBOleh Imam Nurcahyo
Oleh Imam Nurcahyo
Bojonegoro- Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Bojonegoro, masa khidmad 2018-2022, secara resmi dilantik pada Sabtu (06/10/2018. Acara yang dilaksanakan di Ruang Mliwis Putih, Hotel Griya Darma Kusuma Bojonegoro tersebut mengambil tema "Memperkuat Integritas ISNU dan Membangun Sinergi untuk Mewujudkan Kesejahteraan Menuju Kedaulatan Bangsa.
Hadir dan menjadi keynote speaker dalam pelantikan tersebut Bupati Bojonegoro, DR Hj Anna Muawanah.
Ketua panitia Pelantikan PC ISNU Bojonegoro, Ahmad Multazam, dalam laporannya menyampaikan bahwa dengan hadirnya para sarjana NU ini membantu pemerintah dalam membangun bangsa.
“NU sendiri memiliki sejarah panjang dalam membangun dan juga mendirikan bangsa ini.” jelasnya

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Bojonegoro, H Yogi Prana Izza LC MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ISNU itu merangkul semuanya. Apa yang dicita-citakan bangsa Indonesia selalu didukung. Karena dengan begitu ada semangat bagi generasi muda untuk terus selalu memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia.
“Kita juga berharap agar setiap dari anggota itu bisa memberikan manfaat bagi sesama. Kita juga memohon doa dan dukungan bagi kita untuk bisa lebih memberikan manfaat bagi masyarakat.
harapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, dr H Kholid Ubed menyampaikan bahwa sarjana NU jangan menjadi sarjana yang textual tapi apa yang ada dibaliknya, sehingga tidak hanya terpaku pada text yang sudah ada namun harus bisa menganalisis apa yang ada dibalik itu.
“ISNU harus bisa menjadi wadah bagi para pengurus untuk lebih analitik.” pesannya

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawanah, yang menjadi keynote speaker menyampaikan bahwa dalam tradisi NU, setinggi apapun jabatannya, wajib untuk hormat kepada sesepuh atau orang tua.
Bojonegoro harus bisa mengurangi kasus kekerasan terhadap anak, sehingga para sarjana ISNU harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa kita.
“Bila anak sejak kecil sudah mendapat kekerasan dari orang tua akan mengakibatkan trauma dan tumbuh kembang anak terganggu. “ terang Bupati.
Menurut Bupati, Banyak kader NU yang bergelar Doktor namun belum ada data dibidang apa saja atau di mana saja mereka. Sehingga ke depan nanti harus ada data, mengenai lulusan kader NU di berbagai bidang.
“Sehingga kita bisa memiliki data yang valid.” harapnya.
Dalam acara Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Bojonegoro, masa khidmad 2018-2022, dihadiri pula oleh Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi serta sejumlah ulama. (red/imm)












































.md.jpg)






