Kasus HIV/Aids di Bojonegoro Tinggi
Penderita HIV/Aids di Bojonegoro Didominasi Usia Produktif
Sabtu, 24 Oktober 2015 16:00 WIBOleh Mulyanto
Oleh Mulyanto
Kota – Penderita HIV/Aids atau biasa disebut ODHA (Orang dengan HIV/Aids) di Bojonegoro sejak Januari hingga September 2015 didominasi kalangan usia produktif. Yakni rentang usia 20 tahun hingga 49 tahun.
Berdasarkan data yang diungkap Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, penderita HIV/Aids usia 20 – 24 tahun sebanyak 11 orang, penderita HIV/Aids usia 25 – 29 tahun sebanyak 19 orang, penderita HIV/Aids usia 30 – 34 tahun sebanyak 27 orang, penderita HIV/Aids usia 35 – 39 tahun sebanyak 16 orang, penderita HIV/Aids usia 40 – 44 tahun sebanyak 18 orang, dan penderita HIV/Aids 45 – 49 tahun sebanyak 23 orang.
Apabila melihat jenis kelaminnya maka penderita HIV/Aids banyak didominasi laki-laki yakni sebanyak 84 orang dan perempuan sebanyak 61 orang. Sedangkan, total penderita HIV/Aids sejak Januari hingga September 2015 sebanyak 145 orang.
Apabila melihat latar belakang pekerjaannya, mereka yang terjangkit virus mematikan itu paling banyak yakni dari kalangan buruh kasar sebanyak 51 orang, kalangan wiraswasta sebanyak 22 orang, karyawan sebanyak 11 orang, ibu rumah tangga sebanyak 13 orang, petani dan nelayan sebanyak 14 orang, sopir dua orang dan pekerja seks komersial sebanyak 1 orang.
Dilihat dari factor penularannya diketahui yang disebabkan karena hubungan seksual yang tidak aman sebanyak 130 kasus, kelahiran sebanyak 6 kasus, dan penyebab lain yang tidak diketahui sebanyak 9 kasus.
Menurut Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr Whenny Dyah Prajanti, mengatakan, kasus penyebaran HIV/Aids di Bojonegoro terbilang cukup tinggi. Pada Januari – Juni 2015 ditemukan 64 kasus. Namun, kata dia, yang mengagetkan kasus HIV/Aids sejak Juli sampai September ditemukan 81 kasus.
“Kasus HIV/Aids di Bojonegoro sudah terbilang cukup tinggi,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Sabtu (24/10).
Kasus penderita HIV/Aids justru yang paling banyak adalah usia produktif yakni usia 20 tahun hingga 49 tahun. Bila melihat data itu, maka mereka yang terjangkit virus mematikan tersebut merupakan kelompok produktif yang mempunyai mobilitas tinggi. Sehingga, risiko kasus itu menular pada yang lain juga akan tinggi.
“Dinkes Bojonegoro sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi kasus HIV/Aids itu di antaranya pelatihan bagi relawan peduli HIV/Aids dan juga melatih modin untuk merawat jenazah penderita HIV/Aids,” tandasnya. (mol/kik)
Foto www.beritasatu.com

































.md.jpg)






